[SMM Flash News] Nickel Industries Cetak Laba Terkuat Sejak Desember 2023 Didorong Ekspansi RKAB

Telah Terbit: Apr 29, 2026 18:59
Nickel Industries melaporkan laba operasional terkuat sejak Desember 2023 untuk Q1 2026, didorong oleh penjualan bijih lebih dari 3 juta wmt dari Tambang Hengjaya. Katalis utamanya adalah ekspansi 60% lisensi penjualan RKAB 2026 menjadi 14,3 juta wmt, melawan tren pemotongan kuota di seluruh industri. Profitabilitas melonjak karena margin NPI dan HPAL masing-masing naik 155% dan 20%.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Analysis] Price Increases, Demand Flat: The Contradiction Running Through Overseas Stainless Steel in H1 2026
9 menit yang lalu
[SMM Analysis] Price Increases, Demand Flat: The Contradiction Running Through Overseas Stainless Steel in H1 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Price Increases, Demand Flat: The Contradiction Running Through Overseas Stainless Steel in H1 2026
[SMM Analysis] Price Increases, Demand Flat: The Contradiction Running Through Overseas Stainless Steel in H1 2026
Tightening supply policy in Indonesia, new import quotas and carbon costs in the EU, and tariff walls in the US pushed benchmark stainless steel prices higher across nearly every major market in the first half of 2026 — even as real demand stayed weak everywhere, turning global trade increasingly into a fight over market access rather than supply and demand.
9 menit yang lalu
[Analisis SMM] Sentimen Pembelian Hilir Masih Lemah; Kewajiban Produk Antara dalam Tekanan
13 menit yang lalu
[Analisis SMM] Sentimen Pembelian Hilir Masih Lemah; Kewajiban Produk Antara dalam Tekanan
Baca Selengkapnya
[Analisis SMM] Sentimen Pembelian Hilir Masih Lemah; Kewajiban Produk Antara dalam Tekanan
[Analisis SMM] Sentimen Pembelian Hilir Masih Lemah; Kewajiban Produk Antara dalam Tekanan
Sentimen Kesediaan Membeli di Hilir Tetap Lemah, Utang Produk Antara Tertekan
13 menit yang lalu
[Berita Kilat Nikel SMM] Pemerintah Indonesia Secara Resmi Mengeluarkan Kontrol Ekspor Baru atas FeNi dan NPI
18 jam yang lalu
[Berita Kilat Nikel SMM] Pemerintah Indonesia Secara Resmi Mengeluarkan Kontrol Ekspor Baru atas FeNi dan NPI
Baca Selengkapnya
[Berita Kilat Nikel SMM] Pemerintah Indonesia Secara Resmi Mengeluarkan Kontrol Ekspor Baru atas FeNi dan NPI
[Berita Kilat Nikel SMM] Pemerintah Indonesia Secara Resmi Mengeluarkan Kontrol Ekspor Baru atas FeNi dan NPI
Indonesia telah memperketat pengawasan industri nikel bernilai tambah berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 32/MK/BC/2026, yang melaksanakan Peraturan Menteri Perdagangan No. 17/2026. Peraturan ini memberlakukan pengendalian ekspor yang lebih ketat pada Kode HS Ex. 7202.60.00, yang mencakup ingot dan gumpalan feronikel (FeNi) (≥8% Ni), FeNi spons dan FeNi nugget (≥4% Ni), serta produk FeNi kadar rendah (2% ≤ Ni < 4%, Fe ≥75%), termasuk produk Besi Cor Nikel (NPI) tertentu. Eksportir wajib memperoleh Laporan Surveyor (LS) dan izin ekspor, sementara mulai 1 Januari 2027, ekspor secara umum akan dibatasi hanya untuk Badan Usaha Milik Negara Ekspor (BUMN Ekspor), dengan pengecualian yang disetujui.
18 jam yang lalu