【SMM Flash News】Harga HPM Indonesia Naik Akibat Acuan Multi-Elemen pada Valuasi Bijih

Telah Terbit: Apr 21, 2026 13:40

Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi (Fe), Kobalt (Co), dan Kromium (Cr), SMM memperkirakan dampak harga akan bervariasi secara signifikan. Berdasarkan asumsi internal SMM, Saprolit (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan Limonit (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), dihitung berdasarkan acuan HMA terbaru sebesar $16.934/dmt untuk Nikel, $55.853/dmt untuk Kobalt, $1,58/dmt untuk Besi, dan $6,37/dmt untuk Krom. Pemodelan ini menggambarkan dampak kadar produk sampingan terhadap acuan harga baru. Angka-angka ini bersifat referensi, meskipun valuasi aktual akan bervariasi berdasarkan geografi tambang dan karakteristik bijih.

• Ni 1,2%: USD 46,06/wmt (↑ $28,73)

• Ni 1,3%: USD 50,35/wmt (↑ $30,13)

• Ni 1,6%: USD 64,85/wmt (↑ $34,63)

• Ni 1,7%: USD 70,03/wmt (↑ $36,03)

• Ni 1,8%: USD 75,42/wmt (↑ $37,42)

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi (Fe), Kob - Shanghai Metals Market (SMM)