Harga Tembaga Rebound dengan Koefisien Skrap yang Kuat: Era "Sirkulasi Regional"
Meskipun harga tembaga mengalami rebound, pasokan skrap spot di Asia tetap ketat, dengan koefisien harga yang secara tak terduga tetap kuat (Bare Bright bertahan di sekitar 98,5%). Pada saat bersamaan, penawaran spot dari negara-negara Barat semakin menyusut. Seiring smelter Aurubis Richmond menyerap sekitar 180.000 ton per tahun dan kapasitas pencacahan kabel domestik AS yang berkembang pesat, baik volume maupun kualitas ekspor skrap AS ke Asia terus menurun. Pergeseran struktural ini memangkas perdagangan lintas samudera secara drastis, mempercepat datangnya era "sirkulasi regional" untuk tembaga daur ulang. Saat ini, tekanan tersebut terutama menghantam pedagang perantara yang mengalami volume perdagangan yang lesu, sementara konsumen akhir di hilir melaporkan dampak langsung yang terbatas.