Menurut rilis terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai, data SMM menunjukkan bahwa total impor bijih mangan Tiongkok pada Februari 2026 mencapai 2,3064 juta mt, turun 33,00% dibanding bulan sebelumnya dan naik 3,24% dibanding tahun sebelumnya. Secara kumulatif, impor pada Januari-Februari mencapai 5,749 juta mt, naik 46,29% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Februari, impor dari Australia sebesar 413.100 mt, turun 31,35% dibanding bulan sebelumnya; bijih Afrika Selatan sebesar 990.400 mt, turun 49,55% dibanding bulan sebelumnya; bijih Gabon sebesar 375.100 mt, naik 13,01% dibanding bulan sebelumnya; bijih Ghana sebesar 270.400 mt, naik 1,78% dibanding bulan sebelumnya; bijih Brasil sebesar 99.700 mt, turun 17,87% dibanding bulan sebelumnya; dan bijih Myanmar sebesar 49.900 mt, naik 14,8% dibanding bulan sebelumnya.
Alasan utama penurunan impor bijih mangan secara bulanan pada Februari adalah sebagai berikut: libur Tahun Baru Imlek menyebabkan pengadaan dan kedatangan barang di pelabuhan Tiongkok terhenti, sementara kedatangan bijih dari Afrika Selatan dan Australia sama-sama menurun, dan kenaikan tipis pada jenis bijih seperti dari Gabon dan Ghana jauh dari cukup untuk menutupi pengurangan pada jenis bijih utama. Pertama, pengadaan di Tiongkok terhenti selama libur Tahun Baru Imlek: penimbunan stok terpusat sebelum libur telah selesai pada Januari, dan pada Februari pabrik paduan sedang libur serta tingkat operasional turun tajam, dengan pengadaan bijih mangan bergeser dari “restok aktif” menjadi sikap tunggu dan lihat dengan pembelian seminimal mungkin; kedatangan di pelabuhan dan proses bea cukai melambat: selama libur Tahun Baru Imlek (pertengahan Februari), aktivitas operasional di pelabuhan Tiongkok dan efisiensi bea cukai turun signifikan, sementara dampak sebelumnya dari kedatangan kapal secara terkonsentrasi telah menghilang; laju pengapalan luar negeri tidak selaras: sejumlah besar kapal tiba di pelabuhan pada Januari, dan pengapalan luar negeri yang terkait secara alami menurun pada Februari, membentuk pola musiman “melonjak pada Januari dan menurun pada Februari.” Selain itu, inspeksi keselamatan dilakukan di tambang-tambang di Cekungan Kalahari, Afrika Selatan, pada awal Februari, sehingga mengganggu produksi dan pengiriman di beberapa tambang. Kedatangan bijih Afrika Selatan pun menurun.
![[Topik Hangat SMM] Harga Dasar Baja Tulangan "Tinggal Nama," Sistem Penetapan Harga Telah Berubah Total](https://imgqn.smm.cn/usercenter/zbJUC20251217171718.jpg)

![Logam Besi Pertahankan Tren Fluktuatif dalam Jangka Pendek [Laporan Mingguan Rantai Industri Baja SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PQDml20251217171747.jpg)
