14 Maret, 12.42 GMT
Kita semua mengetahui hubungan antara emas dan dolar AS di pasar keuangan. Saat USD menguat, emas cenderung turun, dan sebaliknya. Kedengarannya sederhana, bukan? Namun, memahami mengapa hal ini terjadi, dan bagaimana benar-benar memperdagangkannya seperti trader profesional, membutuhkan lebih dari sekadar mengetahui bahwa pola ini ada.
Dalam panduan ini, kami akan menguraikannya untuk Anda.
Mengapa USD dan Emas Bergerak Berlawanan Arah?
Memang benar bahwa emas dan dolar AS memiliki hubungan terbalik. Pola kurvanya tidak sempurna, tetapi cukup konsisten sehingga Anda dapat mengambil posisi berdasarkan hal tersebut. Berikut faktor yang mendorongnya:
Emas Dihargai dalam USD
Kita membeli emas menggunakan USD. Saat dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Ketika permintaan turun, harganya pun ikut turun. Kebalikannya terjadi saat dolar melemah. Emas menjadi lebih murah bagi pembeli internasional. Permintaan naik dan harga pun meningkat. Inilah alasan logis mengapa keduanya bergerak berlawanan arah.
Keduanya Bersaing sebagai Aset Safe Haven
Emas adalah aset safe haven. Kita sering mendengar hal ini. USD juga dianggap demikian. Namun, keduanya tidak selalu menarik jenis investor yang sama. Ketika ekonomi global stabil dan kinerja AS berada pada kondisi terbaiknya, obligasi pemerintah AS, surat utang, dan kas memberikan imbal hasil yang menarik, sedangkan emas tidak.
Sebaliknya, ketika kepercayaan terhadap USD menurun, akibat inflasi, utang, atau tekanan geopolitik, investor kemudian menempatkan uang mereka pada emas. Keduanya biasanya tidak naik bersamaan. Yang satu naik, yang lain turun.
Inflasi dan Suku Bunga Riil
Menariknya, suku bunga riil adalah penghubung utama di sini. Ketika suku bunga naik, investor lebih tertarik memegang kas atau obligasi. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, kehilangan daya tarik. Akibatnya, USD cenderung menguat pada saat yang sama.
Sebaliknya, ketika suku bunga riil turun, emas menjadi pilihan yang lebih menarik di kalangan investor. Anda mungkin pernah melihat ini: saat emas melonjak selama periode inflasi tinggi, jika inflasi melampaui kenaikan suku bunga, suku bunga riil tetap negatif.
Dolar sebagai Mata Uang Cadangan Global
USD adalah mata uang cadangan dunia. Hal ini memberinya kekuatan; harga minyak ditetapkan dalam USD, sebagian besar komoditas diperdagangkan dalam USD, dan sebagian besar bank sentral menyimpan cadangan USD. Namun, ketika dunia melihat USD bermasalah, emas langsung diuntungkan.
Apakah Korelasi Ini Selalu Benar?
Biasanya, emas dan USD bergerak berlawanan arah. Apakah ini selalu benar? Tidak. Kadang-kadang keduanya sama-sama melonjak pada saat yang sama. Ada masa ketika orang merasa khawatir terhadap kondisi dunia, seperti saat perang atau krisis keuangan. Ketika ini terjadi, investor menempatkan uang mereka di aset yang aman. Dan baik emas maupun USD terlihat aman, sehingga keduanya naik bersamaan.
Hal ini terjadi pada awal 2020 ketika COVID mulai merebak. Orang-orang takut dan membeli emas serta dolar. Namun kemudian pemerintah AS mulai mencetak lebih banyak uang untuk membantu perekonomian. Langkah itu menekan USD dan membuat emas melonjak lebih tinggi lagi.
Negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Turki telah membeli emas dalam jumlah sangat besar sejak 2022. Bukan masyarakatnya, melainkan pemerintah negara-negara tersebut. Jadi ketika emas dibeli dalam jumlah sebesar ini sekaligus, harga emas naik. Bahkan ketika USD tetap kuat, emas juga tetap tinggi. Aturan normal tidak selalu berlaku. Anda perlu memahami logika di baliknya setiap saat.
Berikut beberapa indikator utama yang perlu diperhatikan
Ada beberapa sinyal yang paling penting sebelum melakukan transaksi apa pun berdasarkan hubungan USD/emas ini.
DXY (Indeks Dolar AS)
Indeks DXY mengukur USD terhadap kelompok enam mata uang utama, yaitu euro, yen, pound, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss. Ini adalah cara paling sederhana untuk melacak kekuatan dolar. Jika DXY naik, itu merupakan sinyal bearish untuk emas, dan sebaliknya. Kami menyarankan pembaca untuk mencermati ketika DXY menembus level support atau resistance utama. Pergerakan tersebut biasanya memicu pergerakan pada emas.
Imbal Hasil Riil Obligasi AS 10 Tahun (TIPS)
Pantau TIPS AS tenor 10 tahun. Ini adalah salah satu indikator tunggal terbaik untuk pergerakan emas. Ketika imbal hasil riil naik, emas cenderung turun, dan ketika imbal hasil riil menjadi negatif, emas cenderung naik. Anda dapat memantaunya di berbagai situs web, seperti Bloomberg atau ticker di TradingView.
Kebijakan Federal Reserve
Keputusan The Fed menggerakkan pasar. Ini juga memengaruhi dolar dan emas. Kenaikan suku bunga memperkuat dolar dan menekan emas. Sebaliknya, penurunan suku bunga melemahkan dolar dan mendorong emas lebih tinggi. Kami menyarankan agar Anda memantau risalah rapat FOMC, pidato The Fed, dan sebagainya.
Cara Memperdagangkan Hubungan USD/Emas
Pasar menawarkan berbagai cara untuk memperdagangkan dinamika ini. Berikut beberapa cara untuk memperdagangkan hubungan ini:
Perdagangkan Emas Secara Langsung
Memperdagangkan emas secara langsung adalah pendekatan yang paling sederhana. Hal ini dapat dilakukan dengan memperdagangkan XAU/USD sebagai pasangan forex atau melalui CFD. Saat Anda memperkirakan dolar akan melemah, beli emas. Dan saat Anda memperkirakan dolar akan menguat, jual emas.
Anda dapat memperdagangkan XAU/USD di platform forex seperti FPMarkets dan AvaTrade. Instrumen ini tersedia di sebagian besar broker dengan spread ketat selama sesi tumpang tindih London/New York. Metode lain yang digunakan trader adalah kontrak berjangka emas (GC) di COMEX dan ETF emas.
Perdagangkan DXY Secara Langsung
Ini adalah salah satu pilihan utama para trader. Alih-alih memperdagangkan emas, Anda dapat memperdagangkan USD secara langsung melalui pasangan USD. Lalu, gunakan pergerakannya sebagai proksi emas untuk lindung nilai. ETF UUP melacak indeks dolar bagi trader pasar ekuitas.
Saham Perusahaan Tambang Emas
Anda juga dapat memperdagangkan emas melalui perusahaan tambang emas seperti Barrick Gold (GOLD), Newmont (NEM), atau Agnico Eagle (AEM). Saham-saham ini cenderung bergerak seiring emas, tetapi dengan leverage. Saat emas melonjak, saham tambang sering naik lebih tinggi, dan sebaliknya.
ETF seperti GDX dan GDXJ dapat memberi Anda eksposur yang lebih luas tanpa risiko saham tunggal.
Kesimpulan
Seperti yang telah kita pelajari dalam artikel ini, USD dan emas memiliki hubungan yang berlawanan. Ini adalah salah satu dinamika makro paling andal di pasar. Hubungan ini didorong oleh mekanisme pasar, persaingan permintaan aset safe haven, dan suku bunga riil. Hubungan ini tidak berlaku setiap hari. Namun dalam hitungan minggu dan bulan, hubungan ini membentuk arah emas lebih besar daripada hampir semua faktor lainnya. Trader profesional yang memanfaatkannya dengan baik tidak hanya mengetahui polanya; mereka benar-benar memahami mengapa pola itu ada. Mereka memantau imbal hasil riil, melacak level DXY, dan membaca sinyal The Fed. Jadi, pahami dulu gambaran makronya dengan tepat, lalu perdagangan cenderung mengikuti.
Sumber:



