First Quantum Akan Menjual Tambang Çayeli di Turki kepada Cengiz seharga US$340 juta, Menunggu Persetujuan Regulator

Telah Terbit: Mar 15, 2026 01:36
First Quantum Minerals yang berbasis di Kanada akan menjual tambang Çayeli di Turki kepada Cengiz Holding seharga $340 juta tunai sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolionya. Cengiz Holding akan mengakuisisi tambang tembaga-seng bawah tanah tersebut melalui anak perusahaannya, CengizInsaat. Chief Executive Officer First Quantum, Tristan Pascall, mengatakan, “Penjualan ini mencerminkan pendekatan disiplin perusahaan terhadap pengelolaan portofolio sambil tetap berfokus pada prioritas strategis utamanya.” Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan diperkirakan akan selesai pada kuartal II atau kuartal III tahun ini.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
"Premi yang Meningkat pada Batang Tembaga Sekunder Mendorong Permintaan Katoda Tembaga di Tengah Ketatnya Pasokan"
8 jam yang lalu
"Premi yang Meningkat pada Batang Tembaga Sekunder Mendorong Permintaan Katoda Tembaga di Tengah Ketatnya Pasokan"
Read More
"Premi yang Meningkat pada Batang Tembaga Sekunder Mendorong Permintaan Katoda Tembaga di Tengah Ketatnya Pasokan"
"Premi yang Meningkat pada Batang Tembaga Sekunder Mendorong Permintaan Katoda Tembaga di Tengah Ketatnya Pasokan"
Sejak 4 Maret 2026, batang tembaga sekunder beralih ke premi sebesar 200–400 yuan/mt terhadap kontrak berjangka yang paling aktif diperdagangkan. Sementara itu, selisih harga antara batang katoda tembaga dan batang tembaga sekunder menyempit tajam dari sekitar 1.200 yuan/mt menjadi sekitar 300 yuan/mt
8 jam yang lalu
Rio Tinto Hentikan Operasi Tambang Tembaga Kennecott Setelah Kematian Pekerja, Menunggu Investigasi
15 Mar 2026 01:37
Rio Tinto Hentikan Operasi Tambang Tembaga Kennecott Setelah Kematian Pekerja, Menunggu Investigasi
Read More
Rio Tinto Hentikan Operasi Tambang Tembaga Kennecott Setelah Kematian Pekerja, Menunggu Investigasi
Rio Tinto Hentikan Operasi Tambang Tembaga Kennecott Setelah Kematian Pekerja, Menunggu Investigasi
Menyusul kematian seorang pekerja pada 12 Maret, Rio Tinto menghentikan operasi di tambang tembaga Kennecott miliknya di Utah, AS. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs web resminya, Rio Tinto mengatakan bahwa seluruh operasi penambangan permukaan dan bawah tanah di Kennecott (juga dikenal sebagai Tambang Bingham Canyon) telah dihentikan. Chief Executive Officer Simon Trott mengatakan perusahaan bekerja sama erat dengan otoritas terkait dan mitra kontraktor untuk mendukung penyelidikan yang lengkap dan menyeluruh.
15 Mar 2026 01:37
Serangan ke Pulau Khark Digagalkan: Pertahanan Dipulihkan, Operasi Minyak Tidak Terdampak, Tidak Ada Korban Dilaporkan
15 Mar 2026 01:36
Serangan ke Pulau Khark Digagalkan: Pertahanan Dipulihkan, Operasi Minyak Tidak Terdampak, Tidak Ada Korban Dilaporkan
Read More
Serangan ke Pulau Khark Digagalkan: Pertahanan Dipulihkan, Operasi Minyak Tidak Terdampak, Tidak Ada Korban Dilaporkan
Serangan ke Pulau Khark Digagalkan: Pertahanan Dipulihkan, Operasi Minyak Tidak Terdampak, Tidak Ada Korban Dilaporkan
Situasi di Pulau Khark telah terkendali, dan sistem pertahanan diaktifkan kembali tak lama setelah serangan terjadi. Menurut laporan, setelah serangan terhadap Pulau Khark, pengamatan dan penilaian awal menunjukkan bahwa infrastruktur minyak vital di pulau itu tidak mengalami kerusakan, dan operasi terkait tetap berlangsung. Seluruh pekerja sektor minyak di Pulau Khark tidak mengalami luka. Mengutip sumber yang mengetahui, laporan itu menyebut para penyerang gagal mencapai tujuan strategis yang mereka maksudkan.
15 Mar 2026 01:36