Rata-rata harga NPI kadar tinggi SMM 10–12% naik 2,2 yuan/unit nikel secara mingguan menjadi 1.089,9 yuan/unit nikel (harga pabrik, termasuk pajak), sementara rata-rata harga indeks NPI Indonesia FOB naik US$0,39/unit nikel secara mingguan menjadi US$138,93/unit nikel. Pekan ini, pabrik baja arus utama merilis harga tender, dan pasar sempat tertekan dalam waktu singkat. Aktivitas perdagangan kemudian pulih sampai batas tertentu, dan harga transaksi NPI kadar tinggi kembali naik.

Dari sisi pasokan, harga bijih terus naik, meningkatkan tekanan biaya pada smelter, dan penawaran dari hulu tetap berada di level tinggi. Dari sisi permintaan, harga baja nirkarat masih belum menunjukkan pemulihan yang jelas, tetapi aktivitas pasar dan volume pengadaan berangsur pulih, dan tingkat harga psikologis pengadaan pabrik baja naik secara bulanan. Secara keseluruhan, meskipun dorongan dari permintaan pengguna akhir lemah, ditopang oleh biaya, pusat harga NPI kadar tinggi terus bergerak naik, hanya sempat tertekan singkat setelah penurunan tajam di pasar berjangka. Ke depan, biaya produksi smelter dan biaya kepemilikan pedagang tetap tinggi, sehingga harga NPI kadar tinggi diperkirakan tetap didukung.
Dari perspektif konversi NPI menjadi matte nikel kadar tinggi, harga nikel murni berada di bawah tekanan, sementara harga NPI kadar tinggi naik secara bulanan. Rata-rata diskon NPI kadar tinggi terhadap nikel murni berfluktuasi tipis, menyempit menjadi 336,5 yuan/unit nikel. Harga NPI kadar tinggi diperkirakan tetap didukung pekan depan, sementara harga nikel murni diperkirakan terkoreksi secara bulanan. Rata-rata diskon NPI kadar tinggi terhadap nikel murni diperkirakan sedikit melebar, sehingga meningkatkan dorongan konversi NPI menjadi matte nikel kadar tinggi.

Berdasarkan biaya tunai NPI kadar tinggi yang dihitung menggunakan harga bijih 25 hari sebelumnya, laba smelter NPI kadar tinggi terus menyusut pekan ini. Dari sisi bahan baku, biaya bijih masih meningkat, mendorong biaya produksi NPI kadar tinggi tetap dalam tren naik. Sementara itu, kenaikan harga NPI kadar tinggi melambat, menekan margin laba smelter. Ke depan, dari sisi bahan baku, harga bijih masih lebih berpeluang naik daripada turun, dan biaya produksi secara keseluruhan diperkirakan terus meningkat, yang akan semakin memperbesar tekanan biaya pada smelter.



