Pasar Paduan Aluminium Sekunder Menunjukkan Kuotasi Stabil, Sejumlah Produsen Turunkan Harga di Tengah Fluktuasi Berjangka

Telah Terbit: Mar 13, 2026 17:27
[Kilas Paduan Aluminium SMM] Kuotasi di pasar paduan aluminium sekunder hari ini umumnya stabil. Menjelang siang, fluktuasi kontrak berjangka menyempit, dan keinginan perusahaan untuk menyesuaikan harga melemah signifikan, dengan sebagian besar produsen memilih mempertahankan harga dan menunggu perkembangan pasar. Pada sore hari, seiring kontrak berjangka berfluktuasi turun, sejumlah produsen mulai menurunkan kuotasi sebesar 100 yuan/mt. Dari sisi permintaan, pembeli hilir masih terutama melakukan pembelian sesuai kebutuhan, tetapi di tengah koreksi harga aluminium dan menjelang akhir pekan, sebagian perusahaan menunjukkan minat beli yang sedikit lebih kuat, dan transaksi pasar agak membaik dibandingkan hari sebelumnya.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
PLN Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Hibrida 1,4 GW yang Menggabungkan Batu Bara, Surya, dan BESS di Kalimantan Meski Ada Larangan PLTU Baru
4 jam yang lalu
PLN Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Hibrida 1,4 GW yang Menggabungkan Batu Bara, Surya, dan BESS di Kalimantan Meski Ada Larangan PLTU Baru
Read More
PLN Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Hibrida 1,4 GW yang Menggabungkan Batu Bara, Surya, dan BESS di Kalimantan Meski Ada Larangan PLTU Baru
PLN Akan Kembangkan Pembangkit Listrik Hibrida 1,4 GW yang Menggabungkan Batu Bara, Surya, dan BESS di Kalimantan Meski Ada Larangan PLTU Baru
[Berita Kilat Aluminium SMM] PT PLN (Persero) berencana mengembangkan pembangkit listrik hibrida berkapasitas 1,4 GW yang menggabungkan pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang (PLTU) dengan PLTS dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Salah satu unitnya adalah PLTU hibrida 200 MW di Kalimantan, dengan target Tanggal Operasi Komersial (COD) pada 2032. Meskipun Peraturan Presiden No. 112/2022 melarang pembangunan PLTU baru (Perpres 112/2022), PLN menegaskan kepatuhan melalui Pasal 3 Ayat 4, yang memberikan pengecualian untuk kasus tertentu, termasuk kebutuhan strategis seperti PLTU mulut tambang demi ketahanan energi atau dukungan industri (sering ditafsirkan untuk skema captive atau hibrida di wilayah terpencil).
4 jam yang lalu
Volume Warkat Paduan Aluminium Cor SHFE Turun 1.049 mt menjadi 54.311 mt pada 13 Maret
4 jam yang lalu
Volume Warkat Paduan Aluminium Cor SHFE Turun 1.049 mt menjadi 54.311 mt pada 13 Maret
Read More
Volume Warkat Paduan Aluminium Cor SHFE Turun 1.049 mt menjadi 54.311 mt pada 13 Maret
Volume Warkat Paduan Aluminium Cor SHFE Turun 1.049 mt menjadi 54.311 mt pada 13 Maret
[SMM Flash] Data SHFE menunjukkan bahwa per 13 Maret, total volume waran paduan aluminium cor terdaftar adalah 54.311 mt, turun 1.049 mt dibandingkan hari perdagangan sebelumnya. Di antaranya, total volume terdaftar di Shanghai sebesar 4.780 mt, turun 150 mt dibandingkan hari perdagangan sebelumnya; Guangdong 19.153 mt, turun 89 mt; Jiangsu 6.567 mt, turun 180 mt; Zhejiang 18.000 mt, turun 540 mt; Chongqing 4.144 mt, tidak berubah (0 mt); Sichuan 1.658 mt, turun 90 mt.
4 jam yang lalu
Indonesia Membahas Percepatan Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama pada 2032
4 jam yang lalu
Indonesia Membahas Percepatan Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama pada 2032
Read More
Indonesia Membahas Percepatan Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama pada 2032
Indonesia Membahas Percepatan Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama pada 2032
[Berita Ekspres Aluminium SMM] Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) lintas kementerian bertajuk “Mempercepat Kesiapan SDM dan Kelembagaan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama” di Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Forum ini mengintegrasikan lima dimensi utama kesiapan (teknologi/standar, kelembagaan/birokrasi, dll.) serta selaras dengan rencana PLTN pertama Indonesia beroperasi pada 2032 (kapasitas awal ~500 MW, lokasi potensial di Sumatra atau Kalimantan). BRIN juga memproyeksikan kebutuhan ~200 peneliti nuklir baru untuk mendukung ekosistem, melalui inisiatif seperti standar kompetensi, pusat pelatihan (Sekolah Manajemen Energi Nuklir), dan beasiswa.
4 jam yang lalu