Harga nikel tertekan dan terkoreksi pekan ini. Di awal pekan, rumor pengetatan persetujuan RKAB di sisi bijih Indonesia sempat mendorong reli singkat di pasar berjangka, namun kemudian melemah seiring pejabat The Fed AS berulang kali menyampaikan pernyataan hawkish, indeks dolar AS bertahan di atas 106, dan aset berisiko global tertekan secara luas. Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sentimen risk-off makro menguat, dan harga nikel di SHFE serta LME terkoreksi signifikan. Kontrak nikel SHFE yang paling aktif ditutup pada 137.140 yuan/mt pada Jumat, turun 1,6% dalam sepekan. Kontrak nikel LME 3M berfluktuasi di kisaran $17.000–17.900/mt pekan ini, turun 2% dalam sepekan. Di pasar spot, harga rata-rata mingguan SMM nikel rafinasi #1 adalah 140.600 yuan/mt, turun 2.150 yuan/mt dibanding pekan sebelumnya. Premi rata-rata mingguan nikel Jinchuan adalah 6.900 yuan/mt, turun 1.100 yuan/mt dibanding pekan sebelum Tahun Baru Imlek. Premi untuk merek arus utama domestik nikel elektrodeposisi berada pada kisaran -400–400 yuan/mt. Setelah harga nikel turun pekan ini, pengisian stok hilir yang didorong kebutuhan kaku semakin terlihat, dan pengiriman pelat nikel spot secara keseluruhan meningkat dibanding pekan sebelumnya.
Dari sisi makro, ketenagakerjaan ADP AS pada Februari naik 63.000, kenaikan terbesar sejak November 2025 dan di atas ekspektasi pasar 50.000, sehingga melemahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed AS. Sementara itu, data inflasi PCE dan PCE inti AS Januari naik di atas perkiraan, dan indeks dolar AS menguat kembali, menimbulkan tekanan jangka pendek pada harga logam dasar. Ketegangan geopolitik terus meningkat pekan ini, dengan Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, yang berpotensi mengancam rantai pasok sulfur. Di dalam negeri, Dua Sesi menekankan manfaat jangka menengah dan panjang dari belanja pertahanan nasional, memperbaiki ekspektasi permintaan paduan di sektor seperti industri pertahanan dan perkapalan, yang mendukung konsumsi paduan nikel.
Persediaan: Persediaan Zona Berikat Shanghai sekitar 2.200 mt pekan ini, stabil dibanding pekan sebelumnya. Persediaan sosial domestik sekitar 85.000 mt, dengan penambahan persediaan sekitar 8.000 mt dibanding pekan sebelumnya.
Harga nikel saat ini berada dalam kebuntuan, dengan dukungan biaya yang lebih kuat namun tekanan jangka pendek belum berubah. Kuota RKAB Indonesia yang lebih ketat dan pasokan bijih nikel yang ketat memberikan dukungan kuat bagi harga nikel, tetapi level di atas 140.000 yuan/mt menghadapi resistensi kuat akibat persediaan tinggi dan permintaan yang lemahKisaran perdagangan inti yang diperkirakan untuk kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan pekan depan adalah 130.000–140.000 yuan/mt.

![[Analisis SMM] Tinjauan Mingguan SS: Guncangan Geopolitik dan Inflasi Biaya Mendorong Harga saat Pasar Menghadapi Uji Musim Puncak](https://imgqn.smm.cn/usercenter/fzwTi20251217171733.jpg)

