Berita Nikel SMM, 6 Maret:
Pembaruan Makro dan Pasar:
(1) Bank sentral mengumumkan bahwa, untuk menjaga likuiditas sistem perbankan tetap memadai, pada 6 Maret 2026, Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) akan melakukan operasi reverse repo outright sebesar 800 miliar yuan melalui tender suku bunga dengan jumlah tetap dan alokasi multi-harga. Tenornya tiga bulan (91 hari).
(2) Amir Heydari, wakil komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, mengatakan dalam wawancara pada pagi hari tanggal 5 waktu setempat bahwa Iran sebenarnya tidak menutup Selat Hormuz. Dalam sebuah pernyataan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa kapal militer dan komersial milik AS, Israel, dan negara-negara Eropa serta para pendukungnya dilarang keras melintasi perairan tersebut; jika ditemukan, akan diserang.
Pasar Spot:
Pada 6 Maret, harga nikel rafinasi SMM #1 naik 150 yuan/mt dibanding hari perdagangan sebelumnya. Untuk premi spot, rata-rata nikel rafinasi Jinchuan #1 sebesar 6.750 yuan/mt, naik 100 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya; kisaran merek arus utama domestik untuk nikel elektrodeposisi adalah -400–400 yuan/mt.
Pasar Berjangka:
Kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan (2605) dibuka lebih rendah lalu berfluktuasi naik, menutup sesi pagi di 137.580 yuan/mt, naik 0,65%.
Pemulihan indeks dolar AS menekan harga logam nonferrous. Dalam jangka pendek, harga nikel diperkirakan mempertahankan tren berfluktuasi naik, dan kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan mungkin diperdagangkan pada kisaran 135.000–143.000 yuan/mt.

![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/OjGlE20251217171734.jpg)
![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PFIti20251217171734.jpg)
