PLN Dukung Proyek Baterai IBC Senilai US$6 Miliar, Pacu Ekosistem EV Indonesia dengan Konsorsium ANTAM dan HYD

Telah Terbit: Feb 3, 2026 14:17
PT PLN (Persero), pemegang saham Indonesia Battery Corporation (IBC), mendukung kemitraan IBC untuk mempercepat industri baterai nasional yang terintegrasi dari pertambangan hulu hingga produksi hilir. Pada 30 Januari 2026 di Jakarta, IBC menandatangani perjanjian kerjasama dengan konsorsium PT ANTAM dan HYD Investment Limited (Zhejiang Huayou Cobalt & EVE Energy). CEO IBC Aditya Farhan Arif menyebutnya sebagai langkah awal hilirisasi baterai nasional—yang menekankan investasi, alih teknologi, dan peningkatan kapasitas domestik. Proyek senilai US$6 miliar ini membangun rantai pasok lengkap dari tambang hingga baterai: penambangan & pengolahan nikel, bahan prekursor/katoda, produksi sel baterai (dimulai 20 GWh), terutama di Halmahera Timur dan Jawa Barat. CEO PLN Darmawan Prasodjo menekankan peran kunci proyek ini dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik Indonesia.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
PT PLN (Persero), pemegang saham Indonesia Battery Corporation (IBC), - Shanghai Metals Market (SMM)