Pada sesi malam tanggal 14 Januari 2026, harga nikel di LME dan SHFE mengalami kenaikan signifikan. Kontrak nikel LME 3M ditutup pada level US$18.785/ton, naik 6,73%, sementara kontrak nikel SHFE 2602 yang paling aktif diperdagangkan mencapai posisi tertinggi 151.750 yuan/ton. Pendorong utamanya adalah berita pada malam hari bahwa Tri Winarno, Dirjen Kementerian ESDM Indonesia, menyampaikan kepada media bahwa kuota RKAB bijih nikel tahun ini diperkirakan sebesar 250–260 juta ton. Pada tanggal 15 Januari, harga rata-rata nikel rafinasi #1 SMM berada di level 150.050 yuan/ton, naik 3.600 yuan/ton dari hari sebelumnya. Kenaikan harga nikel belakangan ini terutama didorong oleh ekspektasi kebijakan pasokan dan sentimen spekulatif. Dalam jangka pendek, selama ekspektasi pemotongan produksi di sisi pasokan Indonesia masih bertahan, harga nikel mungkin akan bertahan di level tinggi.
Namun dari perspektif fundamental, perdagangan spot nikel rafinasi sangat lesu minggu ini, penimbunan spekulatif memudar, keinginan pembelian pengguna akhir tetap lemah, dan premi turun nyata. Tren harga nikel jangka menengah dan panjang masih akan bergantung pada keseimbangan permintaan-penawaran. Jika implementasi kebijakan Indonesia tidak sesuai ekspektasi dan permintaan pengguna akhir tidak melampaui perkiraan, inventaris tinggi dan gambaran fundamental surplus pada akhirnya akan membatasi harga nikel.


![[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qLeLR20251217171733.jpg)
