Logam dasar mengalami reli luas baru-baru ini. Nikel, yang sebelumnya diperdagangkan mendekati level terendah lima tahun, telah menarik perhatian signifikan investor. Setelah Indonesia, produsen nikel terbesar dunia, mengumumkan rencana pengurangan besar kuota RKAB untuk bijih nikel pada 2026, ekspektasi pemotongan produksi dari sisi pasokan sangat merangsang sentimen bullish, mendorong kenaikan tajam harga nikel global. Pada malam 23 Desember, futures nikel melonjak segera setelah sesi malam dibuka. LME nikel naik hingga 4,65%, mendekati $16.000/ton, sementara kontrak nikel SHFE paling aktif naik hingga 6,88% selama sesi malam, menembus 130.000 yuan/ton dan mencapai level tertinggi untuk harga nikel sejak semester kedua 2025. Menurut SMM, Kementerian ESDM Indonesia memang telah mulai memperketat pasokan bijih nikel dari "sisi pasokan," meskipun metode implementasi akhir masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Di pasar spot, harga rata-rata nikel rafinasi SMM #1 adalah 125.250 yuan/ton, dengan kenaikan lebih dari 10.000 yuan/ton dalam lima hari. Namun, transaksi pasar spot baru-baru ini lemah, dan kenaikan tajam harga nikel semakin menekan keinginan pembelian hilir. Realitas fundamental inventaris tinggi dan permintaan lemah untuk nikel tetap tidak berubah. Inventaris LME nikel tetap tinggi di 253.000 ton, inventaris sosial nikel rafinasi SMM telah mencapai 59.000 ton, dan SMM memprakirakan surplus nikel primer global.


![[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qLeLR20251217171733.jpg)
