[SMM Aluminum Express News] Asosiasi Profesional Pertambangan Indonesia (PERHAPI) memperingatkan bahwa kebijakan hilirisasi mineral nasional, khususnya bauksit, memerlukan penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia yang signifikan. Sementara sektor nikel telah mengalami perkembangan yang kuat dengan banyaknya smelter, rantai nilai bauksit-menjadi-alumina menghadapi kendala yang lebih besar.
Tantangan utama hilirisasi bauksit adalah investasi besar yang dibutuhkan untuk fasilitas pengolahan yang kompleks serta kebutuhan pasokan energi berskala besar yang andal. Membangun kilang alumina merupakan upaya yang padat modal dan memerlukan infrastruktur yang solid.
Meskipun menghadapi kendala tersebut, PERHAPI dengan tegas menegaskan bahwa program hilirisasi harus terus dilaksanakan secara konsisten untuk memperkuat struktur industri nasional dan mencegah Indonesia tetap bergantung pada barang olahan asing. Namun, asosiasi ini secara kritis menekankan bahwa ambisi industri ini harus diintegrasikan dengan tata kelola lingkungan yang kuat. Mereka mengingatkan bahwa praktik penambangan bauksit dan mineral lainnya harus mematuhi Praktik Pertambangan yang Baik dan standar ESG, memastikan dorongan untuk pasokan domestik tidak mengorbankan kerusakan lingkungan.


![Kenaikan harga tender September diterapkan; aluminium fluorida melanjutkan tren kuatnya [Tinjauan Mingguan Garam Fluorida SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qKBjc20251217171650.jpg)
