[SMM Aluminum Express News] Prospek bisnis aluminium global dan domestik tetap sangat positif untuk jangka panjang, menurut Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita. Dia memproyeksikan pasar global akan mengalami pertumbuhan moderat, terakumulasi sekitar 11% pada tahun 2035.
Lonjakan ini terutama didorong oleh transisi energi global, dengan permintaan besar-besaran dari kendaraan listrik, infrastruktur energi terbarukan, khususnya panel surya dan jaringan listrik, serta konstruksi ringan.
Sementara lonjakan harga baru-baru ini mendekati US$2.800/ton dipandang sebagai fenomena jangka pendek, dipicu oleh kebijakan perdagangan internasional dan gangguan pasokan tembaga, harga diperkirakan akan stabil. Pasar domestik Indonesia menjanjikan potensi yang lebih besar, didukung oleh permintaan regional yang kuat dan peluang ekspor.
Untuk memanfaatkan peluang ini, INALUM sedang menjalankan strategi jangka panjang yang kuat yang berpusat pada integrasi hulu-hilir penuh. Ini termasuk membangun kilang alumina berkapasitas 1 juta ton di Mempawah (SGAR-1) bersama ANTAM, merencanakan kilang kedua untuk menggandakan kapasitas, dan membangun smelter baru berkapasitas 600.000 ton. Perusahaan juga sedang mengamankan rantai pasok kritis, mengeksplorasi kemitraan strategis untuk membangun pabrik Coal Tar Pitch. Melalui inisiatif-inisiatif ini, INALUM bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aluminium global kunci dan mencapai kemandirian industri nasional.
![[Aluminum futures extend rebound with center moving higher; spot aluminum remains stable across the board; supply growth continues to weigh on prices - SMM Alumina Morning Comment]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/kxYyQ20251217171651.jpg)


