Indonesia Pertimbangkan Permintaan AS untuk Hindari Kapal China dalam Perundingan Perdagangan

Telah Terbit: Oct 20, 2025 17:32

[SMM Aluminum Express News] Negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara Indonesia dan Amerika Serikat mencakup permintaan AS agar Indonesia menghindari penggunaan kapal berbendera China untuk ekspor, meskipun keputusan akhir belum diumumkan.

Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia, menyampaikan hal tersebut selama interaksi media di JS Luwansa, Jakarta Selatan, pada hari Kamis.

Menteri Luhut mengonfirmasi permintaan AS sambil mencatat bahwa negosiasi masih berlangsung. "AS meminta kami untuk tidak menggunakan kapal berbendera atau buatan China," ujarnya, sambil menekankan bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan implikasinya dengan cermat.

Menteri tersebut menyoroti beberapa kekhawatiran terkait proposal AS, mencatat bahwa beralih dari kapal China akan meningkatkan biaya pengiriman secara signifikan bagi eksportir Indonesia. Ia juga menunjuk pada potensi konflik dengan regulasi domestik Indonesia dan perjanjian perdagangan internasional yang ada dengan negara lain.

Luhut mengungkapkan bahwa ia telah membahas masalah ini secara langsung dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, menyampaikan kebutuhan Indonesia untuk menyeimbangkan permintaan internasional dengan kepentingan nasional. "Kami harus menghormati perjanjian dagang yang ada dengan negara lain," jelasnya.

Situasi ini mencerminkan tindakan penyeimbangan kompleks yang dihadapi Indonesia saat menavigasi hubungan dengan kedua kekuatan besar sambil melindungi kepentingan ekonomi dan kerangka regulasinya sendiri.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn