[SMM Aluminum Express News] JAKARTA (17/10) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan sektor hilir mineral Indonesia mencatat investasi besar sebesar Rp97,8 triliun pada kuartal III 2025, dengan bauksit muncul sebagai pendorong utama. Investasi dalam pengolahan bauksit melonjak menjadi Rp15,6 triliun, memperkuat perannya dalam transformasi industri nasional.
Angka ini menempatkan bauksit sebagai penerima investasi mineral terbesar ketiga, hanya di bawah nikel (Rp42,0 triliun) dan tembaga (Rp21,2 triliun). Lonjakan ini menegaskan perkembangan pesat smelter dan industri pengolahan lanjutan, sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri.
Realisasi investasi hilir secara keseluruhan mencapai Rp150,6 triliun, menyumbang 30,6% dari total investasi nasional dan menandai pertumbuhan tahun-ke-tahun yang kuat sebesar 64,6%. Sektor mineral menjadi tulang punggung tak terbantahkan, menyumbang 65% dari total nilai hilir.

![[Aluminum futures extend rebound with center moving higher; spot aluminum remains stable across the board; supply growth continues to weigh on prices - SMM Alumina Morning Comment]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/kxYyQ20251217171651.jpg)


