[SMM Aluminum Express News] Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto, mengungkapkan tantangan struktural signifikan yang dihadapi industri bauksit nasional. Dia mengungkapkan bahwa sekitar 90% cadangan bauksit terdata Indonesia berada di bawah lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU), terutama perkebunan kelapa sawit.
Akibatnya, cadangan besar tersebut, diperkirakan antara 1 hingga 2 miliar metrik ton, tidak dapat dimanfaatkan tanpa akses formal ke area HGU tersebut. Komplikasi lebih lanjut adalah perkebunan berusia di bawah 15 tahun biasanya menolak akses karena belum dijadwalkan untuk penanaman ulang.
Untuk mengatasi hambatan pengembangan sumber daya mineral ini, Sulistyanto mendesak pemerintah menetapkan regulasi jelas yang mewajibkan kerja sama Bisnis-ke-Bisnis (B2B) antara pemegang HGU dan perusahaan pertambangan. Dia menegaskan bahwa syarat setara dapat dibentuk, memungkinkan operasi pertanian berlanjut hingga masa penanaman ulang tiba, sehingga ekstraksi mineral dapat dilakukan tanpa merugikan kepentingan perkebunan.


![Kenaikan harga tender September diterapkan; aluminium fluorida melanjutkan tren kuatnya [Tinjauan Mingguan Garam Fluorida SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qKBjc20251217171650.jpg)
