PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) berada di jalur yang tepat untuk meluncurkan proyek smelter aluminium transformatif pada akhir 2025, yang menjadi katalis kunci bagi pertumbuhan masa depannya. Smelter ini dikembangkan melalui anak perusahaannya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI).
Proyek ini akan diluncurkan dalam tiga fase berbeda. Fase awal (First Pot Operation) akan memiliki kapasitas produksi 500,000 ton ingot aluminium per tahun. Ini akan ditingkatkan secara signifikan dalam fase berikutnya, mencapai 1 juta ton per tahun pada Fase II, dan mencapai kapasitas penuh 1,5 juta ton per tahun pada Fase III.
Perkembangan konstruksi, hingga kuartal II 2025, berjalan kuat. Struktur baja utama di area smelter hampir selesai. Selain itu, KAI telah menyelesaikan pemasangan peralatan kunci, termasuk unloader batu bara dan alumina di area dermaga. Pekerjaan terus berlanjut pada konstruksi bangunan dan pemasangan mesin penting di potroom dan sistem anode, semua difokuskan untuk mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD).
Secara finansial, proyek ini telah diamankan dalam panduan belanja modal (capex) ADMR 2025 sebesar USD 300 juta hingga USD 325 juta, yang mencakup investasi ekuitas untuk smelter KAI. Usaha strategis ini menandakan lompatan besar ADMR ke dalam produksi aluminium terintegrasi.


![Kenaikan harga tender September diterapkan; aluminium fluorida melanjutkan tren kuatnya [Tinjauan Mingguan Garam Fluorida SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qKBjc20251217171650.jpg)
