Sumber: Xinhua| 2025-10-06 19:47:45|Editor: huaxia
JAKARTA, 6 Oktober (Xinhua) -- Presiden Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan aparat penegak hukum untuk meningkatkan upaya pemberantasan penambangan ilegal dan penyelundupan, khususnya di wilayah kaya timah, menurut laporan kantor berita negara Antara.
Prabowo pada Senin mengunjungi Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk menyaksikan penyerahan aset negara yang disita dari kasus penambangan ilegal kepada perusahaan pertambangan timah milik negara PT Timah.
Kejaksaan Agung baru-baru ini menyita enam pabrik peleburan timah di provinsi tersebut dalam kasus korupsi dengan perkiraan kerugian negara sebesar 300 triliun rupiah (sekitar 18 miliar dolar AS).
Menyebut penyitaan tersebut sebagai "prestasi yang membanggakan," Prabowo mendesak Kejaksaan Agung, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kantor Bea dan Cukai, serta Badan Keamanan Laut untuk mempertahankan operasi bersama.
"Ini bukti bahwa pemerintah serius dan bertekad memberantas penyelundupan, memberantas penambangan ilegal, dan memberantas semua pelanggar hukum," ujarnya.
Bulan lalu, Prabowo memerintahkan TNI, Kepolisian Negara, dan Kantor Bea dan Cukai untuk meluncurkan operasi besar-besaran di Bangka Belitung guna menutup rute penyelundupan produk timah. Dia mencatat bahwa hampir 80 persen produksi timah negara diselundupkan setiap tahun, seringkali melalui kapal-kapal kecil.
Presiden memperkirakan bahwa penegakan hukum yang berkelanjutan dapat menyelamatkan negara hingga 22 triliun rupiah (sekitar 1,32 miliar dolar) pada akhir tahun ini. ■

![Kejutan data Nonfarm Payrolls memicu anjloknya dolar AS, kontrak timah paling likuid di SHFE kembali menguji level 400.000 yuan [SMM Tin Midday Review]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/cUElw20251217171752.jpg)

