Indonesia Alami Pergeseran 1,4 Juta KL Bahan Bakar dari Subsidi ke Non-Subsidi Akibat Aturan QR Code

Telah Terbit: Sep 7, 2025 20:55
【SMM Berita Kilat】Wakil Menteri Energi Indonesia Yuliot Tanjung melaporkan pergeseran konsumsi bahan bakar sekitar 1,4 juta kiloliter dari Pertalite bersubsidi ke produk non-subsidi, didorong oleh persyaratan kode QR untuk pembelian bersubsidi. Pergeseran ini meningkatkan permintaan di SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR, beberapa di antaranya mengalami kekurangan sejak pertengahan Agustus. Pemerintah berencana mengumpulkan Pertamina dan operator swasta untuk menangani koordinasi pasokan dan impor, sementara Kementerian ESDM memantau tingkat impor bahan bakar untuk melindungi neraca perdagangan Indonesia.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn