Zhengzhou Hentikan Penerimaan Aplikasi Subsidi Pertukaran Peralatan Rumah Tangga 2025 Karena Dana Habis

Telah Terbit: Jun 10, 2025 17:05
Sesuai dengan semangat dokumen "Rencana Pelaksanaan untuk Provinsi Henan dalam Memperkuat dan Memperluas Pembaruan Peralatan Skala Besar serta Pertukaran Barang Konsumsi pada 2025" dan "Aturan Pelaksanaan Terperinci untuk Provinsi Henan dalam Memperkuat dan Memperluas Kegiatan Subsidi untuk Peralatan Rumah Tangga dan Produk Digital pada 2025," dana subsidi untuk peralatan rumah tangga di Kota Zhengzhou telah digunakan secara penuh. Sesuai dengan prinsip "siapa cepat dia dapat, sampai dana habis," pengajuan voucher kualifikasi subsidi untuk pertukaran barang konsumsi peralatan rumah tangga pada 2025 akan ditangguhkan mulai pukul 12.00 tanggal 11 Juni. Konsumen yang telah menerima voucher kualifikasi subsidi untuk peralatan rumah tangga pada 11 Juni masih dapat berpartisipasi dalam kegiatan subsidi untuk peralatan rumah tangga secara normal pada hari yang sama. Kegiatan selanjutnya akan diluncurkan dan diumumkan secara tepat waktu berdasarkan penyesuaian terhadap kebijakan terkait dan pengaturan dana di provinsi kami.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【JFE Steel Starts Japan’s First Large Stamp-Charging Coke Oven.】
1 menit yang lalu
【JFE Steel Starts Japan’s First Large Stamp-Charging Coke Oven.】
Baca Selengkapnya
【JFE Steel Starts Japan’s First Large Stamp-Charging Coke Oven.】
【JFE Steel Starts Japan’s First Large Stamp-Charging Coke Oven.】
JFE Steel commenced operations at its newly constructed No. 6 Coke Oven at the Fukuyama area of its West Japan Works on August 31, 2026. The project was built between May 2023 and August 2026 with an investment of approximately JPY 45 billion and has an annual coke production capacity of around 420,000 tonnes. The facility is Japan’s first large-scale coke oven to adopt the stamp-charging method. Unlike conventional top charging, the process compacts coal powder before pushing it horizontally into the oven. According to the supplied article, the new design improves production efficiency and reduces operating costs through better coke quality.
1 menit yang lalu
【U. S. Steel Restarts Largest Blast Furnace After $350 Million Reline】
1 menit yang lalu
【U. S. Steel Restarts Largest Blast Furnace After $350 Million Reline】
Baca Selengkapnya
【U. S. Steel Restarts Largest Blast Furnace After $350 Million Reline】
【U. S. Steel Restarts Largest Blast Furnace After $350 Million Reline】
U. S. Steel announced on September 3 that Blast Furnace No. 14 at Gary Works in Indiana had returned to service following the completion of a $350 million reline. The project included the replacement of the furnace’s refractory lining and maintenance of critical supporting systems, including furnace gas, cooling water, hoisting and stove systems. Blast Furnace No. 14 is the largest blast furnace at Gary Works and across U. S. Steel’s operating footprint, with annual hot-metal production capability exceeding two million “tons.”
1 menit yang lalu
【Australia Approves Saraji Mine Extension to 2055, Allowing a Further 55 Mt of Steelmaking Coal Extraction】
1 menit yang lalu
【Australia Approves Saraji Mine Extension to 2055, Allowing a Further 55 Mt of Steelmaking Coal Extraction】
Baca Selengkapnya
【Australia Approves Saraji Mine Extension to 2055, Allowing a Further 55 Mt of Steelmaking Coal Extraction】
【Australia Approves Saraji Mine Extension to 2055, Allowing a Further 55 Mt of Steelmaking Coal Extraction】
Australia’s National Environmental Protection Agency has approved an extension of the Saraji open-cut mine in Queensland, operated by BHP Mitsubishi Alliance, allowing a further 55 million tonnes of steelmaking coal to be extracted between now and 2055. It is the agency’s first approval of a coal project since it began operations on July 1, 2026. The approval includes conditions intended to protect threatened-species habitats and water resources. The Climate Council estimated that using the coal overseas for steelmaking could generate about 120 million tonnes of carbon dioxide over the mine’s remaining life, although this is the organisation’s estimate.
1 menit yang lalu