Korea Southern Power Co., Ltd. (KOSPO) menerbitkan tender batu bara termal jangka panjang ELT10 dan ELT11 pada 3 September 2026. Tender ini hanya terbuka untuk pemasok eksisting KOSPO dan akan ditutup pada pukul 14.00 Waktu Standar Korea pada 9 September. Kedua tender mencakup lima tahun kontrak dan mencari volume nominal gabungan sekitar 2,99 juta ton.
ELT10 mencari batu bara termal dengan nilai kalori bersih minimum 4.300 kkal/kg NAR, dikirim dalam kargo Panamax berukuran 80.000 ton. Volume nominal lima tahunnya sekitar 1,04 juta ton. Batu bara dapat dimuat di Indonesia atau Australia, dengan 80.000 ton dibutuhkan pada tahun kontrak pertama dan 240.000 ton per tahun pada masing-masing empat tahun kontrak berikutnya.
ELT11 mencari batu bara termal dengan nilai kalori bersih minimum 5.700 kkal/kg NAR, dikirim dalam kargo Capesize berukuran 150.000 ton. Volume nominal lima tahunnya sekitar 1,95 juta ton. Tender ini mensyaratkan 150.000 ton pada tahun kontrak pertama dan 450.000 ton per tahun pada masing-masing empat tahun berikutnya. Negara asal yang memenuhi syarat meliputi Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan Afrika Selatan. Batu bara asal Rusia, serta batu bara atau entitas yang terkena sanksi Amerika Serikat, dikecualikan dari kedua tender.
Perusahaan listrik Korea Selatan meningkatkan ketergantungan pada batu bara pada 2026 di tengah melemahnya pembangkitan nuklir dan tingginya harga LNG. Pembangkitan listrik berbasis batu bara naik 26,6% secara tahunan pada kuartal pertama, sementara gelombang panas pada Agustus juga meningkatkan permintaan listrik dan utilisasi armada batu bara.



