Kekhawatiran Industri Aluminium Jerman atas Dampak Tarif AS dan Ekspor Alumunium Bekas

Telah Terbit: Mar 26, 2025 17:05
Media asing melaporkan bahwa industri aluminium Jerman telah mengungkapkan kekhawatiran serius tentang dampak jangka panjang dari tarif AS terbaru pada aluminium. Meskipun AS menerapkan tarif tinggi pada aluminium primer dan produk-produk yang intensif menggunakan aluminium, limbah aluminium tetap dibebaskan dari tarif. Pemimpin industri memperingatkan bahwa pembeli AS memanfaatkan celah tarif ini, membeli limbah aluminium secara agresif, menyebabkan defisit pasokan dan kenaikan harga signifikan di pasar Eropa. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ekspor tak terkendali logam bekas dapat mengganggu rantai pasokan, meninggalkan produsen domestik menghadapi kekurangan bahan baku. Para ahli industri memperingatkan bahwa ketidakseimbangan ini bisa melemahkan daya saing industri aluminium Eropa, terutama dalam mengatasi tekanan perdagangan global dan tantangan keberlanjutan. Penggunaan aluminium sekunder meningkat secara global, dan permintaan untuk produk aluminium pascakonsumen (limbah) diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut di pasar AS dan Eropa dalam beberapa tahun mendatang. Permintaan untuk aluminium sekunder di negara-negara berkembang juga meningkat, dengan perusahaan besar berinvestasi dalam pembangunan fasilitas daur ulang.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn