Pada tahun 2025, Kuota Disetujui untuk Bijih Nikel Indonesia Telah Mencapai 298 Juta wmt; Pasokan dan Permintaan Jangka Menengah dan Panjang untuk NPI Berkadar Tinggi Tetap Ketat [Analisis SMM]

Telah Terbit: Feb 21, 2025 18:11
[Analisis SMM: Kuota Persetujuan Bijih Nikel Indonesia Mencapai 298 Juta wmt pada 2025, Pasokan dan Permintaan NPI Kadar Tinggi Tetap Ketat dalam Jangka Menengah dan Panjang] Dalam jangka pendek, pasokan bijih nikel Indonesia mencukupi, ditambah dengan pemulihan permintaan baja tahan karat, menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan NPI kadar tinggi tetap longgar. Dalam jangka menengah dan panjang, ...

Dalam Jangka Pendek:

Sisi Pasokan: Indonesia, sebagai pemasok utama bijih nikel global, telah menyetujui kuota RKAB sebesar 298 juta wmt untuk tahun 2025, memberikan dukungan bahan baku yang cukup bagi smelter. Ditambah dengan peluncuran beberapa kapasitas baru, produksi nikel diperkirakan akan mempertahankan tren pertumbuhan dalam jangka pendek. Namun, peningkatan produksi terbatas di area produksi utama karena penyesuaian beban produksi untuk optimalisasi manajemen, yang sedikit meredakan tekanan surplus pasokan.
Sisi Permintaan: Setelah Tahun Baru Imlek, industri baja tahan karat hilir secara bertahap pulih, dengan pabrik baja meningkatkan tingkat operasional mereka, yang menyebabkan meningkatnya permintaan untuk NPI berkadar tinggi. Dalam jangka pendek, pasokan dan permintaan NPI berkadar tinggi diperkirakan tetap relatif longgar, dengan ruang fluktuasi harga yang terbatas.

Dalam Jangka Menengah dan Panjang:

Sisi Pasokan: Masih ada ketidakpastian apakah kuota RKAB bijih nikel Indonesia dapat dirilis sesuai jadwal, dan beberapa proyek kapasitas baru mungkin menghadapi penundaan dalam commissioning, yang mengakibatkan pertumbuhan pasokan NPI berkadar tinggi lebih rendah dari yang diharapkan. Selain itu, arah kebijakan Indonesia yang mempromosikan perpanjangan hilir rantai industri nikel dan membatasi ekspor bijih mentah juga akan memengaruhi lanskap pasokan bijih nikel dalam jangka menengah dan panjang.
Sisi Permintaan: Industri baja tahan karat domestik menghadapi persaingan yang semakin intensif, dengan beberapa pabrik baja berpotensi meningkatkan tingkat operasional untuk merebut pangsa pasar, yang selanjutnya mendorong permintaan untuk NPI berkadar tinggi. Permintaan nikel yang meningkat di sektor energi baru juga akan memberikan dukungan jangka panjang bagi harga nikel. Dalam jangka menengah dan panjang, hubungan pasokan-permintaan untuk NPI berkadar tinggi diperkirakan akan mengetat, dengan pusat harga kemungkinan bergerak naik.

Faktor Risiko:

  1. Risiko perlambatan ekonomi global yang menyebabkan permintaan baja tahan karat lebih rendah dari yang diharapkan.
  2. Perubahan kebijakan ekspor bijih nikel Indonesia.
  3. Pertumbuhan permintaan nikel dari sektor energi baru yang lebih lambat dari yang diharapkan.

Ringkasan:

Dalam jangka pendek, pasokan bijih nikel Indonesia tetap mencukupi, ditambah dengan pemulihan permintaan baja tahan karat, menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan NPI berkadar tinggi tetap longgar. Dalam jangka menengah dan panjang, terdapat ketidakpastian dalam pasokan bijih nikel Indonesia, sementara pertumbuhan permintaan yang kuat di sektor baja tahan karat dan energi baru diharapkan. Hubungan pasokan-permintaan untuk NPI berkadar tinggi kemungkinan akan mengetat, dengan harga diperkirakan menguat. Perhatian khusus harus diberikan pada perkembangan kebijakan Indonesia, kondisi ekonomi global, dan tren di industri energi baru.

》Klik untuk Melihat Harga Historis Spot Baja Tahan Karat SMM

》Klik untuk Melihat Basis Data Rantai Industri Baja Tahan Karat SMM

 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
30 Apr 2026 23:41
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
Read More
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
30 Apr 2026 23:41
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
30 Apr 2026 22:33
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Menurut Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, produksi nikel olahan global diperkirakan meningkat moderat pada 2026 dan 2027 seiring beroperasinya kapasitas pemrosesan baru di Indonesia. Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa ketersediaan bijih hulu yang semakin ketat kemungkinan akan membatasi utilisasi kapasitas. Ini menunjukkan pertumbuhan pasokan nikel Indonesia ke depan mungkin semakin bergantung pada ketersediaan bijih, bukan semata-mata kapasitas pemrosesan nominal.
30 Apr 2026 22:33
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
30 Apr 2026 22:32
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Menurut laporan Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, harga nikel diproyeksikan naik 12% secara tahunan pada 2026 dan 3% lagi pada 2027, karena pertumbuhan konsumsi global diperkirakan melampaui ekspansi pasokan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun kapasitas pemrosesan nikel baru akan terus beroperasi di Indonesia, ketersediaan bijih hulu yang lebih ketat kemungkinan akan membatasi tingkat utilisasi dan menjaga pasar tetap ketat. Laporan ini juga mencatat bahwa gangguan lebih lanjut terhadap ekspor sulfur dari produsen Timur Tengah dapat menjadi risiko kenaikan tambahan bagi harga nikel.
30 Apr 2026 22:32