China High-carbon ferrochrome output in October and forecast for November

Telah Terbit: Nov 9, 2023 18:13
Sumber: SMM
SMM data indicates that in October 2023, China's high-carbon ferrochrome production rose to 684,500 mt, up 5.1% MoM and 53.23% YoY.

SMM data indicates that in October 2023, China's high-carbon ferrochrome production rose to 684,500 mt, up 5.1% MoM and 53.23% YoY. Specifically, Inner Mongolia produced 440,000 mt, up 8.64% MoM, and Shanxi produced 47,000 mt, up 10.07% MoM. Despite stagnant high-carbon chrome bid prices by steel mills in October, high bid prices enabled ferrochrome producers to maintain profits using previous inventory, keeping production enthusiasm high. Despite weaker-than-expected stainless steel consumption and rumors of production cuts, most ferrochrome manufacturers remained bearish, actively shipping to lower high-priced inventory. Alongside ramp-up of new production capacity in Inner Mongolia, this drove increase in national ferrochrome production.

November's high-carbon ferrochrome production is projected at 615,600 mt, lower than October's. Weak demand and falling stainless steel prices lead to steel mills cutting production and a decrease in ferrochrome demand. With the November ferrochrome bid price dropping by 300 yuan/mt, and retail prices following, current prices have fallen below most southern manufacturers' cost line. With low raw material inventory and high spot material purchasing costs, southern ferrochrome factories are likely to halt or reduce production. Although northern producers are struggling with losses, production is expected to remain stable for several reasons: 1. winter shutdowns can freeze equipment, making production resumption hard; 2. Large-scale submerged-arc furnace also demand continuous production; 3. northern manufacturers competing for market share.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Kilas Batu Bara】Black Diamond Resources mencatat pendapatan nihil pada kuartal pertama dan membukukan rugi 8,23 miliar rupiah.
21 jam yang lalu
【SMM Kilas Batu Bara】Black Diamond Resources mencatat pendapatan nihil pada kuartal pertama dan membukukan rugi 8,23 miliar rupiah.
Baca Selengkapnya
【SMM Kilas Batu Bara】Black Diamond Resources mencatat pendapatan nihil pada kuartal pertama dan membukukan rugi 8,23 miliar rupiah.
【SMM Kilas Batu Bara】Black Diamond Resources mencatat pendapatan nihil pada kuartal pertama dan membukukan rugi 8,23 miliar rupiah.
PT Black Diamond Resources Tbk (IDX: COAL), perusahaan batu bara Indonesia, berbalik dari laba menjadi rugi pada kuartal pertama 2026, dengan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,23 miliar, terutama karena pendapatan usaha pada periode pelaporan menjadi nol. Pada kuartal yang sama tahun 2025, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp126,52 miliar dan laba bersih sebesar Rp5,35 miliar. Arus kas operasi perseroan pada periode tersebut negatif Rp13,79 miliar. Kas dan setara kas pada akhir Maret hanya Rp233 juta, turun tajam dari Rp14,29 miliar pada akhir 2025. Total aset tercatat sebesar Rp824,79 miliar, dan pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp195 miliar. Hingga berita ini diterbitkan, saham COAL masih dalam status suspensi di Bursa Efek Indonesia (IDX).
21 jam yang lalu
[SMM Coal Flash] Black Diamond Resources Mencatat Pendapatan Nol, Rugi Rp8,23 Miliar pada Kuartal I 2026
22 jam yang lalu
[SMM Coal Flash] Black Diamond Resources Mencatat Pendapatan Nol, Rugi Rp8,23 Miliar pada Kuartal I 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Coal Flash] Black Diamond Resources Mencatat Pendapatan Nol, Rugi Rp8,23 Miliar pada Kuartal I 2026
[SMM Coal Flash] Black Diamond Resources Mencatat Pendapatan Nol, Rugi Rp8,23 Miliar pada Kuartal I 2026
Perusahaan tambang batu bara Indonesia PT Black Diamond Resources Tbk (IDX: COAL) berbalik membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp8,23 miliar pada kuartal I 2026, karena perusahaan mencatatkan pendapatan operasional nol, dibandingkan dengan pendapatan Rp126,52 miliar dan laba bersih Rp5,35 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Perusahaan juga melaporkan arus kas operasional negatif sebesar Rp13,79 miliar, sementara kas dan setara kas turun menjadi hanya Rp233 juta per akhir Maret dari Rp14,29 miliar pada akhir 2025. Total aset tercatat sebesar Rp824,79 miliar, sedangkan utang bank jangka pendek mencapai Rp195 miliar. Saham COAL juga sedang disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (IDX) pada saat laporan diterbitkan.
22 jam yang lalu
[SMM Coal Flash] Clinch Resources Menambah Set Peralatan Kedua di Tambang Lanes Branch
22 jam yang lalu
[SMM Coal Flash] Clinch Resources Menambah Set Peralatan Kedua di Tambang Lanes Branch
Baca Selengkapnya
[SMM Coal Flash] Clinch Resources Menambah Set Peralatan Kedua di Tambang Lanes Branch
[SMM Coal Flash] Clinch Resources Menambah Set Peralatan Kedua di Tambang Lanes Branch
Produsen batu bara metalurgi Clinch Resources Ltd. telah mengakuisisi rangkaian peralatan kedua untuk tambang terbuka Lanes Branch di Wyoming County, Virginia Barat, dengan peralatan tersebut diharapkan sepenuhnya dikerahkan dan mulai berproduksi pada awal September 2026. Perluasan ini menyusul penjualan produksi pertama tambang tersebut serta pembelian baru-baru ini atas Cat HW 300 Highwall Miner, yang dijadwalkan mulai berproduksi pada Agustus. Clinch menyatakan peralatan tambahan itu akan mendukung target produksi akhir tahun dan semakin meningkatkan output dari operasi batu bara metalurgi berkualitas tinggi tersebut.
22 jam yang lalu
China High-carbon ferrochrome output in October and forecast for November - Shanghai Metals Market (SMM)