SMM Morning Comments (Mar 17): Base Metals Closed Mostly with Losses with Unwavering ECB Rate Hike Coming Soon

Telah Terbit: Mar 17, 2023 10:00 (GMT+8)
Sumber: SMM
LME and SHFE base metals closed mostly with losses last night.

SHANGHAI, Mar 17 (SMM) – LME and SHFE base metals closed mostly with losses last night. On the macro front, the European Central Bank still raised interest rates as planned despite the market chaos in recent days, and the market expects that the Fed may also raise interest rates next week. European and American central banks will continue to curb inflation, and concerns about banking crises remain.

Copper: LME copper closed with a drop of 0.45% at $8,533/mt overnight. Trading volume stood at 22,000 lots. Open interest stood at 250,000 lots. The most active SHFE 2304 copper contract finished at 66,740 yuan/mt overnight, down 0.52%. Trading volume was 54,000 lots and open interest stood at 125,000 lots.

On the macro front, the European Central Bank still raised interest rates as planned despite the market chaos in recent days, and the market expects that the Fed may also raise interest rates next week. European and American central banks will continue to curb inflation, and concerns about banking crises remain. In terms of fundamentals, copper futures fell sharply due to the impact of the banking crisis yesterday, and imports of copper also showed profit margins. At present, imported copper has not yet flowed in a large amount. Stimulated by the decline in the market, the downstream was actively replenishing cargoes, and the spot quotes rose. Inventory in south China has declined for two consecutive days, the main reason is still that the arrival volume was not large. On the whole, after the sharp drop in copper prices, the enthusiasm for downstream transactions has increased significantly, and market transactions have been active. In terms of prices, the market expects the Federal Reserve to continue to raise interest rates, and concerns about the banking crisis remain, suppressing the rise in copper prices.

Aluminium: The most-traded SHFE 2304 aluminium contract opened at 18,250 yuan/mt overnight and fell to around 18,045 yuan/mt before closing at 18,135 yuan/mt, flat from the previous trading day. LME aluminium opened at $2,283/mt and settled at $2,280/mt, down 0.07%.

On the macro level, the ECB announced to raise the interest rate by 50 basis points, which will pressure the aluminium prices. In terms of fundamentals, the operating rate of downstream enterprises rose, contributing to growing transactions in the spot market and a decline in the social inventory. However, the bearish macro sentiment will weigh on overseas consumption, and it is expected that the aluminium prices will face downside pressure, though the decline may be limited.

Lead: Overnight, LME Lead opened at $2,071.5/mt, and fell $2/mt or 0.1% to close at $2,066/mt. The trading volume decreased 1,350 lots to 4,075 lots, and the open interest increased 2,767 lots to 103,000 lots.

The most-traded SHFE 2304 lead contract opened at 15,250 yuan/mt last night and closed at 15,285 yuan/mt, up 5 yuan/mt or 0.03%. Trading volume fell 21,329 lots to 17,653 lots, and open interest rose 3,785 lots to 47,484 lots.

Zinc: LME zinc opened at $2,880/mt overnight and showed a V-shaped trend before closing at $2,818/mt, a decrease of $14.5/mt or 0.5%. The trading volume was down to 7,804 lots, and open interest lost 932 lots to 184,000 lots. LME zinc inventory remained unchanged at 37,775 mt. LME zinc continued to weakened last night as the concerns over Credit Suisse eased slightly and the ECB decided to raise the interest rate by 50 basis points.

The most-traded SHFE 2304 zinc contract opened at 22,120 yuan/mt and closed at 22,220 yuan/mt, down 155 yuan/mt or 0.69%. Trading volume was reduced to 64,855 lots, and open interest shed by 983 lots to 80,758 lots. The market sentiment was slightly restored by overseas countries’ quick response to the credit crisis, but the bearish sentiment still persisted and limited the upside room of SHFE zinc prices.

Tin: The SHFE 2304 tin contract hovered sideways last night and closed at 179,890 yuan/mt, down 1.12%.

On the fundamentals, the warrants fell slightly yesterday amid and the spot market improved. In the spot market, the discounts of small brands maintained high. The supply of imported tin was scarce.

The SHFE 2304 tin contract hovered sideways and closed at 179,890 yuan/mt, down 1.12%.

To sum up, the current tin prices were still suppressed by the weak demand from downstream enterprises. Downstream processing companies cannot actually digest inventory by stocking up at low prices, and they still need to pay close attention to the progress of consumer confidence restoration.

Nickel: On the supply side, SHFE nickel prices reached a new low yesterday. The spot premiums bottomed out, and the spot quotations remained low. NPI quotations were temporarily stable. Some NPI traders held a wait-and-see sentiment. On the demand side, according to SMM research, the spot stainless steel traders quoted low prices to ship, which still failed to boost the transactions. The agents were less willing to pick up goods and mainly consumed the high-priced inventories stored earlier. Alloy companies mainly purchased on demand amid the poor orders. To sum up, the pure nickel sector faces weak supply and demand, and the risky assets were sold off amid the banking crisis in Europe and US, weighing on nickel prices.

[Disclaimer: The above representation and data is based on market information SMM believes to be reliable at the time of acquiring as well as the comprehensive assessment by SMM research team, and any and all information provided in this article is for reference only. This article does not constitute a direct recommendation for investment or any decisions in any form and clients shall act on their own discreet and any decisions made by clients are not within the responsibility of SMM.]

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
1 jam yang lalu
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Baca Selengkapnya
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Menurut laporan media asing, pertumbuhan produksi tembaga rafinasi Tiongkok diperkirakan melambat tajam pada 2026 karena smelter menghadapi ketatnya ketersediaan konsentrat tembaga dan skrap, serta melemahnya harga asam sulfat. Wood Mackenzie dan Zijin Tianfeng Futures memperkirakan produksi tembaga rafinasi Tiongkok akan meningkat sekitar 3–3,4% pada 2026, dibandingkan dengan pertumbuhan 10,4% pada 2025. Reuters menyebut ini akan menjadi laju pertumbuhan tahunan paling lambat setidaknya sejak 2000 berdasarkan tinjauannya terhadap data produksi resmi. Pertumbuhan produksi tembaga rafinasi tercatat sekitar 4% secara tahunan selama Januari–Agustus. Perlambatan diperkirakan semakin nyata pada kuartal keempat karena pasokan skrap tembaga yang lebih ketat menambah kelangkaan konsentrat tembaga yang sudah ada. Reuters melaporkan bahwa penindakan pajak diperkirakan akan mengurangi ketersediaan skrap, yang semakin membatasi kemampuan smelter untuk mengganti bahan baku sekunder dengan konsentrat ketika kondisi bahan baku mengetat. Ekonomi smelter juga tertekan oleh harga asam sulfat yang lebih rendah. Asam sulfat, produk sampingan utama dari peleburan tembaga, sebelumnya membantu mengimbangi biaya pengolahan konsentrat tembaga yang sangat rendah. Menurut data Oilchem yang dikutip Reuters, harga asam sulfat Tiongkok turun sekitar 11% selama September. Tujuh smelter tembaga Tiongkok dilaporkan merencanakan pemeliharaan peralatan selama 30 hingga 60 hari pada Oktober dan November. Analis di Zhuochuang memperkirakan pemeliharaan yang direncanakan dapat mengurangi pasokan tembaga rafinasi sekitar 80.000 ton metrik. Kelangkaan konsentrat mencerminkan ketidakseimbangan yang lebih luas antara kapasitas peleburan global yang berkembang pesat dan pertumbuhan pasokan tembaga tambang yang relatif lebih lambat. Gangguan sementara baru-baru ini di tambang tembaga besar termasuk Escondida, Las Bambas, dan El Teniente menambah tekanan lebih lanjut pada ketersediaan konsentrat. Pertumbuhan produksi tembaga rafinasi yang lebih lambat di Tiongkok dapat mengurangi pertumbuhan pasokan tembaga rafinasi selama kuartal keempat, terutama jika pemeliharaan smelter yang direncanakan bersamaan dengan kendala yang terus berlanjut pada ketersediaan konsentrat dan skrap. Penurunan harga asam sulfat secara bersamaan juga melemahkan sumber pendapatan penting smelter pada saat biaya pengolahan tetap tertekan. Oleh karena itu, perhatian akan tetap tertuju pada ketersediaan konsentrat, kondisi pasokan skrap, dan skala pemeliharaan smelter yang direncanakan selama Oktober dan November.
1 jam yang lalu
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
1 jam yang lalu
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Baca Selengkapnya
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Eldorado Gold telah menyelesaikan sambungan jaringan listrik permanen dan pemberian energi pada tambang tembaga-emas Skouries di Yunani utara, menandai tonggak penting komisioning lainnya seiring proyek menuju produksi komersial yang diharapkan pada kuartal keempat 2026. Lokasi tersebut berhasil diberi energi setelah inspeksi akhir, pengujian, dan persetujuan oleh otoritas transmisi Yunani. Eldorado menyatakan bahwa sambungan permanen ke jaringan nasional menyediakan infrastruktur daya jangka panjang yang diperlukan untuk mendukung kelanjutan komisioning dan peningkatan sistem pemrosesan serta penambangan di seluruh operasi. Tonggak ini menyusul pencapaian produksi konsentrat tembaga-emas perdana di Skouries pada 8 September. Perusahaan kini melanjutkan kegiatan komisioning dan peningkatan produksi menuju operasi kondisi tunak dan produksi komersial akhir tahun ini. Skouries adalah operasi tembaga-emas yang dikembangkan menggunakan kombinasi metode penambangan terbuka konvensional dan bawah tanah. Berdasarkan rencana tambang perusahaan saat ini, operasi ini diharapkan menghasilkan rata-rata sekitar 67 juta pon, atau sekitar 30.400 metrik ton, tembaga per tahun selama umur tambang, bersama dengan sekitar 140.000 ons emas per tahun. Sambungan jaringan listrik permanen sangat penting untuk pengoperasian sistem proses utama, termasuk penghancuran, penggilingan, flotasi, penanganan konsentrat, dan pembuangan tailing, yang memerlukan pemberian energi penuh di lokasi seiring kemajuan komisioning. Penyelesaian pemberian energi jaringan permanen menghilangkan kendala infrastruktur penting di Skouries dan mendukung kelanjutan peningkatan proyek setelah produksi konsentrat perdana pada awal September. Dengan target produksi komersial tetap pada kuartal keempat 2026, perhatian kini akan beralih pada laju komisioning dan transisi menuju operasi kondisi tunak. Setelah sepenuhnya ditingkatkan, Skouries diharapkan menjadi sumber pasokan tembaga Eropa baru yang signifikan, dengan produksi tembaga tahunan rata-rata sekitar 30.400 metrik ton selama umur tambang.
1 jam yang lalu
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
1 jam yang lalu
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Baca Selengkapnya
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Pekerja yang diwakili oleh dua serikat pekerja di tambang tembaga Centinela milik Antofagasta Minerals di Chili utara telah memberikan suara mayoritas besar untuk mendukung aksi mogok setelah menolak tawaran perundingan bersama terbaru dari perusahaan. Menurut laporan media asing, 98,73% anggota serikat pekerja memilih mendukung mogok, dengan seluruh anggota yang memenuhi syarat berpartisipasi dalam pemungutan suara. Serikat pekerja Minera Esperanza dan Distrito Centinela sebelumnya telah mendesak anggotanya untuk menolak proposal perusahaan di tengah ketidaksepakatan mengenai tunjangan karyawan. Serikat pekerja berpendapat bahwa Antofagasta Minerals menolak membahas penyetaraan tunjangan bagi pekerja tanpa memandang afiliasi serikat mereka. Antofagasta Minerals tidak memberikan komentar mengenai perundingan perundingan bersama yang sedang berlangsung. Meskipun pemungutan suara telah dilakukan, mogok belum dimulai. Perusahaan dan serikat pekerja kini harus menjalani proses mediasi wajib selama lima hari yang dipimpin pemerintah sebelum pekerja dapat secara hukum memulai aksi mogok. Periode mediasi dapat diperpanjang lima hari lagi jika kedua belah pihak menyetujuinya. Centinela adalah operasi tembaga utama di Chili dan memproduksi 240.400 metrik ton tembaga pada tahun 2025. Hasil dari proses mediasi karena itu akan dipantau dengan cermat untuk melihat potensi dampaknya terhadap operasi dan pasokan tembaga. Suara 98,73% yang mendukung aksi mogok merupakan eskalasi dalam perundingan ketenagakerjaan di Centinela, tetapi belum ada gangguan yang dilaporkan terhadap produksi tembaga pada tahap ini. Periode mediasi wajib memberikan kesempatan bagi perusahaan dan serikat pekerja untuk mencapai kesepakatan sebelum aksi industrial dimulai. Mengingat produksi tembaga Centinela pada tahun 2025 sebesar 240.400 metrik ton, penghentian kerja yang berkepanjangan dapat menciptakan ketidakpastian pasokan tambahan, meskipun skala potensi dampak produksi tidak dapat diperkirakan kecuali mogok dimulai dan durasinya menjadi lebih jelas.
1 jam yang lalu