Nickel Trading Picks up Last Week amid Falling Prices

Telah Terbit: Mar 6, 2023 15:22
Sumber: SMM
Nickel prices trended lower on frequently released news factors last week.

SHANGHAI, Mar 6 (SMM) - Nickel prices trended lower on frequently released news factors last week. On March 2, the news said that NORNICKEL Nickel, the largest nickel producer in Russia, shipped goods to China in RMB. The spots were priced based on the mixed price of SHFE and LME nickel. Nickel futures prices fluctuated greatly. The pricing method of NORNICKEL Nickel was conducive to nickel prices returning to fundamentals. New pure nickel capacity has yet to be released, and it is expected that the output will climb in March. Besides, the pricing method of NORNICKEL Nickel dragged nickel prices down to fundamentals, and the SHFE/LME nickel price ratio gradually tends to normal. Therefore, it is expected that the import window will remain open in March. On the demand side, although the stainless steel market is expected to improve, the proportion of pure nickel consumption has dropped to 2.5%, which cannot offer strong support to pure nickel prices. Pure nickel consumption by alloy manufacturers is expected to rise in the second quarter of 2023. However, in the short term, the pure nickel consumption in March can hardly increase compared with that in February since alloy companies get poor orders amid the decline in commodity prices. In 2023, the pure nickel supply will be sufficient. The supply surplus of pure nickel in March will be smaller than that in February. Therefore, it is expected that nickel prices will show a downward trend in March. The price difference between nickel sulphate and electrowinning nickel has dropped to 8,059 yuan/mt based on nickel prices last Friday, which almost suppressed the profit margins gained by electrowinning nickel companies to 0 yuan/mt. And some even cut their production amid losses. In addition, downstream demand has picked up amid the fall in nickel prices, which will limit the downward space of nickel prices in the short term.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
13 jam yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Baca Selengkapnya
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Peristiwa El Niño 2026 terus menguat, dengan pemantauan iklim internasional menunjukkan bahwa ini bisa menjadi salah satu peristiwa El Niño terkuat yang pernah tercatat. Indonesia sudah mengalami panas dan kondisi kering yang signifikan, dengan El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September. Menurut SMM, kekurangan air saat ini di IMIP terutama memengaruhi produksi baja karbon, sementara produksi nikel belum terdampak. Namun, jika cuaca kering dan kekurangan air terus berlanjut, tekanan lebih lanjut pada pasokan air industri dapat meningkatkan risiko pengurangan produksi nikel.
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
14 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
14 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
15 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Dari sisi harga, pekan ini menandai minggu pertama siklus penetapan harga HMA untuk paruh pertama September, dengan HMA berada di 16.733,33 dolar AS per ton. Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia disesuaikan untuk ketiga kadar: • Ni 1,3%: harga rata-rata CIF $30/wmt • Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $52,8/wmt • Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $59,2/wmt ________________________________________ Pembaruan Kebijakan Indonesia & DSI ICOMEX — 2 September 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih berada dalam masa tunggu, dengan pasar memantau secara ketat persetujuan RKAB lebih lanjut dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, DSI terus mengembangkan ICOMEX, platform digitalnya untuk memantau dan mengatur ekspor mineral dan komoditas strategis. Platform ini diharapkan secara bertahap mengintegrasikan data utama terkait ekspor, termasuk kontrak, harga, kadar bijih, kode HS, kapal, tujuan, dan informasi penyelesaian. Pengembangan ICOMEX diharapkan dapat meningkatkan transparansi data ekspor, pengawasan regulasi, dan pemantauan harga, sekaligus memberikan pandangan yang lebih menyeluruh kepada pemerintah mengenai arus ekspor mineral. Kondisi cuaca di wilayah-wilayah penghasil nikel utama secara umum masih terkendali, meskipun hujan lebat setempat masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada penambangan dan logistik. Pasar juga menantikan potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, terutama perlakuan logam ikutan dan faktor koreksi, dapat memengaruhi harga limonit dan keekonomian bahan baku HPAL. Secara keseluruhan, pasar tetap berhati-hati, dengan persetujuan RKAB, pengembangan ICOMEX, kondisi cuaca, dan potensi revisi HPM limonit menjadi faktor-faktor utama yang perlu dicermati dalam waktu dekat.
15 jam yang lalu
Nickel Trading Picks up Last Week amid Falling Prices - Shanghai Metals Market (SMM)