Nickel Prices Pull Back after Surging High in the First Week post CNY Holiday

Telah Terbit: Feb 2, 2023 16:57
Sumber: SMM
As of this afternoon, SHFE nickel prices pulled back against the weak fundamentals and after the market digested the ban on nickel ore exports.

SHANGHAI, Feb 2 (SMM) - During the first week after the Chinese New Year (CNY) holiday, nickel prices soared on expectations for improved consumption and the Philippines' potential ban on nickel ore exports. The high prices discouraged the downstream buyers from purchasing, and the spot trades during the morning session today were thin.

However, it should be pointed out that it will be hard for the above-mentioned ban to materialise due to multiple factors such as the efforts of the Philippine government, the high power costs and the long span of rainy season that hampers the mining and transportation of nickel ore.

As of this afternoon, SHFE nickel prices pulled back against the weak fundamentals and after the market digested the news of the ban. According to SMM survey, inquiries about the futures prices improved significantly with the decline in nickel prices.

In terms of the production resumption of downstream sectors, the operating rates of electroplating industry were still lower than expected, primarily because that the narrowed profits resulting from high nickel prices took a toll on the orders. 

SMM survey shows that most nickel electroplating enterprises were closed during the Chinese New Year (CNY) holiday, and will resume the operation after the Lantern Festival (February 5).

The alloy producers maintained normal production during the CNY holiday and had stockpiled sufficient raw materials when nickel prices fell in early January. Although some already saw inventories falling to a low level after the holiday, they still held back from purchasing pure nickel on rising futures prices.

The orders for NiMH battery were sluggish under the influence of a weak ternary battery industry, so the production resumption of related enterprises was slow. It is estimated that the NiMH battery output in February will be slightly higher than those in January.

In terms of nickel wire and nickel mesh, the manufacturers maintained normal production and restocking during the CNY holiday. The orders are likely to improve with stronger policy support for the real estate sector in February.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
12 jam yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Baca Selengkapnya
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Peristiwa El Niño 2026 terus menguat, dengan pemantauan iklim internasional menunjukkan bahwa ini bisa menjadi salah satu peristiwa El Niño terkuat yang pernah tercatat. Indonesia sudah mengalami panas dan kondisi kering yang signifikan, dengan El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September. Menurut SMM, kekurangan air saat ini di IMIP terutama memengaruhi produksi baja karbon, sementara produksi nikel belum terdampak. Namun, jika cuaca kering dan kekurangan air terus berlanjut, tekanan lebih lanjut pada pasokan air industri dapat meningkatkan risiko pengurangan produksi nikel.
12 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
13 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
14 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Dari sisi harga, pekan ini menandai minggu pertama siklus penetapan harga HMA untuk paruh pertama September, dengan HMA berada di 16.733,33 dolar AS per ton. Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia disesuaikan untuk ketiga kadar: • Ni 1,3%: harga rata-rata CIF $30/wmt • Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $52,8/wmt • Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $59,2/wmt ________________________________________ Pembaruan Kebijakan Indonesia & DSI ICOMEX — 2 September 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih berada dalam masa tunggu, dengan pasar memantau secara ketat persetujuan RKAB lebih lanjut dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, DSI terus mengembangkan ICOMEX, platform digitalnya untuk memantau dan mengatur ekspor mineral dan komoditas strategis. Platform ini diharapkan secara bertahap mengintegrasikan data utama terkait ekspor, termasuk kontrak, harga, kadar bijih, kode HS, kapal, tujuan, dan informasi penyelesaian. Pengembangan ICOMEX diharapkan dapat meningkatkan transparansi data ekspor, pengawasan regulasi, dan pemantauan harga, sekaligus memberikan pandangan yang lebih menyeluruh kepada pemerintah mengenai arus ekspor mineral. Kondisi cuaca di wilayah-wilayah penghasil nikel utama secara umum masih terkendali, meskipun hujan lebat setempat masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada penambangan dan logistik. Pasar juga menantikan potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, terutama perlakuan logam ikutan dan faktor koreksi, dapat memengaruhi harga limonit dan keekonomian bahan baku HPAL. Secara keseluruhan, pasar tetap berhati-hati, dengan persetujuan RKAB, pengembangan ICOMEX, kondisi cuaca, dan potensi revisi HPM limonit menjadi faktor-faktor utama yang perlu dicermati dalam waktu dekat.
14 jam yang lalu