SMM Morning Comments (Jan 13): Base Metals Closed Mostly with Gains on Easing US Inflation

Telah Terbit: Jan 13, 2023 10:00 (GMT+8)
The US Department of Labor released the December CPI data last night, which, together with core inflation, fell as expected.

SHANGHAI, Jan 13 (SMM) – LME and SHFE base metals closed mostly with gains overnight. The US Department of Labor released the December CPI data last night, which, together with core inflation, fell as expected.

LME copper added 0.11%, aluminium rose 1.99%, lead grew 0.6%, and zinc jumped 1.39%;

SHFE copper added 0.19%, aluminium rose 0.05%, lead fell 0.33%, and zinc jumped 0.06%.

Copper: LME copper opened at $9,077/mt yesterday and climbed to $9,240/mt after dropping to $9,073/mt. At last, the contract closed at $9,178.5/mt, up 0.11%. Trading volume was 23,000 lots, and open interest stood at 254,000 lots.

SHFE 2303 copper opened at 68,680 yuan/mt overnight, once hitting the highest and lowest of 69,390 yuan/mt and 68,430 yuan/mt respectively. At last, it closed at 68,790 yuan/mt, up 0.19%. The trading volume was 67,000 lots, and open interest stood at 201,000 lots.

The US Department of Labor released the December CPI data last night, which, together with core inflation, fell as expected. At the same time, the number of initial jobless claims released last week was lower than expected, showing that the labour market remains resilient. But the US dollar index fell sharply overnight, which was bullish for copper prices.

In terms of fundamentals, smelters preferred to export amid higher copper prices in overseas markets. Besides, the holders were unwilling to reduce quotes approaching the delivery of SHFE 2301 copper. In the spot market, due to the high copper prices, only some downstream companies restocked goods. The overall transactions between downstream companies and traders were relatively slack. It is expected that demand will become weaker as some traders and processing companies have begun their Chinese New Year holidays one after another this week and copper prices grew. Copper prices will move rangebound with some drops in the near future affected by the US economic data.

Aluminium: The most-traded SHFE 2302 aluminium contract opened at 18,365 yuan/mt overnight and fell to 18,200 yuan/mt before closing at 18,330 yuan/mt, up 10 yuan/mt or 0.05%.

LME aluminium opened at $2,488.5/mt on Thursday and closed at $2,568/mt, an increase of $50/mt or 1.99%.

Overseas macro data was positive recently, and China released a series of favourable policies, boosting market confidence. However, due to poor downstream demand ahead of the upcoming CNY holiday and rapidly rising inventory, aluminium prices will hardly rise.

Lead: Overnight, LME lead opened at $2,181/mt and fell to $2,120/mt during the European trading hours. After the US dollar index fell back, LME lead rebounded to $2,207.5/mt and finally closed at $2,192/mt, up $13/mt or 0.6%.

Overnight, the most-traded SHFE 2303 lead contract opened at 15,340 yuan/mt and fell to 15,250 yuan/mt at the beginning of the session, but then rebounded to 15,350 yuan/mt and finally closed at 15,330 yuan/mt, down 50 yuan/mt or 0.33%.

Zinc: LME zinc closed at $3,254.5/mt on Thursday, up $44.5/mt or 1.39%. The open interest added 155 lots to some 188,000 lots. LME inventory fell 550 mt mt to 21,125 mt, a drop of 2.54%. US consumer price index dropped for the first time in two years and a half, alluding slowing US inflation.

The most traded SHFE 2302 zinc contract closed at 23,865 yuan/mt overnight, up 15 yuan/mt or 0.06%. The open interest fell 2,916 lots to 74,082 lots. A series of support policies in China boosted SHFE zinc. On the fundamentals, with more companies taking holiday, it becomes increasingly manifested that the supply grows while the demand weakens.  

Tin: Overnight, SHFE tin hovered at highs, closing at around 218,000 yuan/mt. Investors rolled their positions onto distant-month contract. The domestic tin inventory under SHFE warrants increased sharply due to upcoming delivery of SHFE 2301 contract. Trades in the spot market were thin. LME tin inventories were little changed. Overseas market maintained a discount. The import profit window remained open. Given weak demand and risk aversion sentiment, it remains to be seen whether the price rise will sustain.

Nickel: On the supply side, LME nickel fell sharply overnight, thus the import window opened. Some NORNICKEL nickel cleared customs. In addition, spot transactions have improved amid low nickel prices. And the downstream companies still intend to restock. NPI plants held low in-plant inventories of finished products. And the factories changed their scales of production cut in December 2022 and January 2023 following the stainless steel prices. SMM believes that spot NPI supply in January will still be tight. On the demand side, according to SMM research, affected by the overseas market, SHFE nickel prices dropped in intraday trading, which further slightly dragged down the stainless steel prices. Around noon time, SHFE nickel bounced back. The spot market witnessed rare inquiries and transactions near the year-end. Logistics services in some areas will be suspended this weekend. Alloy companies restocked raw materials in a small amount this week. To sum up, pure nickel prices were greatly affected by the news factors, but the supply is still expected to be sufficient, hence nickel prices will fluctuate with some drops.

[Disclaimer: The above representation and data is based on market information SMM believes to be reliable at the time of acquiring as well as the comprehensive assessment by SMM research team, and any and all information provided in this article is for reference only. This article does not constitute a direct recommendation for investment or any decisions in any form and clients shall act on their own discreet and any decisions made by clients are not within the responsibility of SMM.]


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
30 menit yang lalu
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Baca Selengkapnya
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Menurut laporan media asing, pertumbuhan produksi tembaga rafinasi Tiongkok diperkirakan melambat tajam pada 2026 karena smelter menghadapi ketatnya ketersediaan konsentrat tembaga dan skrap, serta melemahnya harga asam sulfat. Wood Mackenzie dan Zijin Tianfeng Futures memperkirakan produksi tembaga rafinasi Tiongkok akan meningkat sekitar 3–3,4% pada 2026, dibandingkan dengan pertumbuhan 10,4% pada 2025. Reuters menyebut ini akan menjadi laju pertumbuhan tahunan paling lambat setidaknya sejak 2000 berdasarkan tinjauannya terhadap data produksi resmi. Pertumbuhan produksi tembaga rafinasi tercatat sekitar 4% secara tahunan selama Januari–Agustus. Perlambatan diperkirakan semakin nyata pada kuartal keempat karena pasokan skrap tembaga yang lebih ketat menambah kelangkaan konsentrat tembaga yang sudah ada. Reuters melaporkan bahwa penindakan pajak diperkirakan akan mengurangi ketersediaan skrap, yang semakin membatasi kemampuan smelter untuk mengganti bahan baku sekunder dengan konsentrat ketika kondisi bahan baku mengetat. Ekonomi smelter juga tertekan oleh harga asam sulfat yang lebih rendah. Asam sulfat, produk sampingan utama dari peleburan tembaga, sebelumnya membantu mengimbangi biaya pengolahan konsentrat tembaga yang sangat rendah. Menurut data Oilchem yang dikutip Reuters, harga asam sulfat Tiongkok turun sekitar 11% selama September. Tujuh smelter tembaga Tiongkok dilaporkan merencanakan pemeliharaan peralatan selama 30 hingga 60 hari pada Oktober dan November. Analis di Zhuochuang memperkirakan pemeliharaan yang direncanakan dapat mengurangi pasokan tembaga rafinasi sekitar 80.000 ton metrik. Kelangkaan konsentrat mencerminkan ketidakseimbangan yang lebih luas antara kapasitas peleburan global yang berkembang pesat dan pertumbuhan pasokan tembaga tambang yang relatif lebih lambat. Gangguan sementara baru-baru ini di tambang tembaga besar termasuk Escondida, Las Bambas, dan El Teniente menambah tekanan lebih lanjut pada ketersediaan konsentrat. Pertumbuhan produksi tembaga rafinasi yang lebih lambat di Tiongkok dapat mengurangi pertumbuhan pasokan tembaga rafinasi selama kuartal keempat, terutama jika pemeliharaan smelter yang direncanakan bersamaan dengan kendala yang terus berlanjut pada ketersediaan konsentrat dan skrap. Penurunan harga asam sulfat secara bersamaan juga melemahkan sumber pendapatan penting smelter pada saat biaya pengolahan tetap tertekan. Oleh karena itu, perhatian akan tetap tertuju pada ketersediaan konsentrat, kondisi pasokan skrap, dan skala pemeliharaan smelter yang direncanakan selama Oktober dan November.
30 menit yang lalu
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
37 menit yang lalu
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Baca Selengkapnya
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Eldorado Gold telah menyelesaikan sambungan jaringan listrik permanen dan pemberian energi pada tambang tembaga-emas Skouries di Yunani utara, menandai tonggak penting komisioning lainnya seiring proyek menuju produksi komersial yang diharapkan pada kuartal keempat 2026. Lokasi tersebut berhasil diberi energi setelah inspeksi akhir, pengujian, dan persetujuan oleh otoritas transmisi Yunani. Eldorado menyatakan bahwa sambungan permanen ke jaringan nasional menyediakan infrastruktur daya jangka panjang yang diperlukan untuk mendukung kelanjutan komisioning dan peningkatan sistem pemrosesan serta penambangan di seluruh operasi. Tonggak ini menyusul pencapaian produksi konsentrat tembaga-emas perdana di Skouries pada 8 September. Perusahaan kini melanjutkan kegiatan komisioning dan peningkatan produksi menuju operasi kondisi tunak dan produksi komersial akhir tahun ini. Skouries adalah operasi tembaga-emas yang dikembangkan menggunakan kombinasi metode penambangan terbuka konvensional dan bawah tanah. Berdasarkan rencana tambang perusahaan saat ini, operasi ini diharapkan menghasilkan rata-rata sekitar 67 juta pon, atau sekitar 30.400 metrik ton, tembaga per tahun selama umur tambang, bersama dengan sekitar 140.000 ons emas per tahun. Sambungan jaringan listrik permanen sangat penting untuk pengoperasian sistem proses utama, termasuk penghancuran, penggilingan, flotasi, penanganan konsentrat, dan pembuangan tailing, yang memerlukan pemberian energi penuh di lokasi seiring kemajuan komisioning. Penyelesaian pemberian energi jaringan permanen menghilangkan kendala infrastruktur penting di Skouries dan mendukung kelanjutan peningkatan proyek setelah produksi konsentrat perdana pada awal September. Dengan target produksi komersial tetap pada kuartal keempat 2026, perhatian kini akan beralih pada laju komisioning dan transisi menuju operasi kondisi tunak. Setelah sepenuhnya ditingkatkan, Skouries diharapkan menjadi sumber pasokan tembaga Eropa baru yang signifikan, dengan produksi tembaga tahunan rata-rata sekitar 30.400 metrik ton selama umur tambang.
37 menit yang lalu
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
40 menit yang lalu
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Baca Selengkapnya
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Pekerja yang diwakili oleh dua serikat pekerja di tambang tembaga Centinela milik Antofagasta Minerals di Chili utara telah memberikan suara mayoritas besar untuk mendukung aksi mogok setelah menolak tawaran perundingan bersama terbaru dari perusahaan. Menurut laporan media asing, 98,73% anggota serikat pekerja memilih mendukung mogok, dengan seluruh anggota yang memenuhi syarat berpartisipasi dalam pemungutan suara. Serikat pekerja Minera Esperanza dan Distrito Centinela sebelumnya telah mendesak anggotanya untuk menolak proposal perusahaan di tengah ketidaksepakatan mengenai tunjangan karyawan. Serikat pekerja berpendapat bahwa Antofagasta Minerals menolak membahas penyetaraan tunjangan bagi pekerja tanpa memandang afiliasi serikat mereka. Antofagasta Minerals tidak memberikan komentar mengenai perundingan perundingan bersama yang sedang berlangsung. Meskipun pemungutan suara telah dilakukan, mogok belum dimulai. Perusahaan dan serikat pekerja kini harus menjalani proses mediasi wajib selama lima hari yang dipimpin pemerintah sebelum pekerja dapat secara hukum memulai aksi mogok. Periode mediasi dapat diperpanjang lima hari lagi jika kedua belah pihak menyetujuinya. Centinela adalah operasi tembaga utama di Chili dan memproduksi 240.400 metrik ton tembaga pada tahun 2025. Hasil dari proses mediasi karena itu akan dipantau dengan cermat untuk melihat potensi dampaknya terhadap operasi dan pasokan tembaga. Suara 98,73% yang mendukung aksi mogok merupakan eskalasi dalam perundingan ketenagakerjaan di Centinela, tetapi belum ada gangguan yang dilaporkan terhadap produksi tembaga pada tahap ini. Periode mediasi wajib memberikan kesempatan bagi perusahaan dan serikat pekerja untuk mencapai kesepakatan sebelum aksi industrial dimulai. Mengingat produksi tembaga Centinela pada tahun 2025 sebesar 240.400 metrik ton, penghentian kerja yang berkepanjangan dapat menciptakan ketidakpastian pasokan tambahan, meskipun skala potensi dampak produksi tidak dapat diperkirakan kecuali mogok dimulai dan durasinya menjadi lebih jelas.
40 menit yang lalu