SMM Evening Comments (Sep 2): Shanghai Nonferrous Metals Closed Mostly with Losses amid Extending Impact of Surging US Dollar

Telah Terbit: Sep 02, 2022 18:00 (GMT+8)
Shanghai nonferrous metals closed mostly with losses as metals prices were pressured by the US dollar index, which rose to a 20-year high. Meanwhile, after the central banks of Europe and the United States expressed their firmness in reining high inflation, the commodity asset prices remained under pressure with an extensive correction.

SHANGHAI, Sep 2 (SMM) – Shanghai nonferrous metals closed mostly with losses as metals prices were pressured by the US dollar index, which rose to a 20-year high. Meanwhile, after the central banks of Europe and the United States expressed their firmness in reining high inflation, the commodity asset prices remained under pressure with an extensive correction.

Shanghai copper fell 2.27%, aluminium lost 0.33%, lead added 0.24%, zinc shed 3.66%, tin declined 6.35%, and nickel dropped 3.84%.

Copper: The most-traded SHFE 2210 copper closed down 2.27% or 1,380 yuan/mt at 59,540 yuan/mt, with open interest up 5,604 lots to 167,757 lots.

In the spot market, mainstream standard and good-quality copper was quoted in premiums of 330-350 yuan/mt and 360 yuan/mt respectively. The SHFE 2209 and 2210 contract spread remained above 500 yuan/mt in morning trade, but it did not weigh on the spot premiums due to constantly falling copper cathode prices which attract market inquiries. The premiums of standard-quality copper rose to 360-370 yuan/mt around the end of the first trading session, with some even quoted at 400 yuan/mt around 11:00 Beijing time.

Aluminium: The most-traded SHFE 2210 aluminium closed down 0.33% or 60 yuan/mt to 18,110 yuan/mt, with open interest down 1,319 lots to 171,672 lots.

On the news front, recently the market rumoured potential hydropower shortage in Yunnan province, worrying the market players about aluminium production in the region. But based on the current SMM research, the smelters in the region have not reduced or controlled the production due to power rationing, and basically maintained normal production. But the power supply remained as an issue disturbing the market. And local smelters also carried out drills on possible power outrage.

Nonetheless, the demand side has shown signs of improving, with the average operating rate of large downstream fabricators adding 0.7 percentage point to 66.1% on a weekly basis.

Lead: The most-traded SHFE 2210 lead closed up 0.24% or 35 yuan/mt at 14,885 yuan/mt, with open interest down 3,853 lots to 62,106 lots.

SHFE lead prices stopped falling, and the traders quoted based on the market dynamics. The prices of primary and secondary lead changed little, while the traders lowered the discounts. The downstream purchased on demand, while the retail transactions were relatively acceptable.

Zinc: The most-traded SHFE 2210 zinc closed down 3.66% or 900 yuan/mt at 23,715 yuan/mt, with open interest down 6,783 lots to 125,785 lots.

According to SMM data, the zinc ingot inventories across seven major markets in China totalled 121,700 mt as of September 2, down 1,600 mt from Monday and 1,800 mt from the previous week.

According to SMM research, due to factors such as power restrictions and maintenance in August, domestic refined zinc production is expected to be 471,000 mt, which is lower than the estimate given at the beginning of the month. The output is likely to recover to 530,000 mt with the recovery of power supply and growth in ore supply.

In terms of consumption, the overall performance of the die-casting and zinc oxide sectors was relatively poor, expect for galvanising that posted higher operating rates. The consumption sector has not yet shown signs of obvious improvement though zinc prices have dropped. However, the market is still looking forward to the issuance of special bonds and launching of projects in September. In the context of the end of the hot and rainy weather and the abundant liquidity, the actual improvement of consumption shall be observed.

Tin: The most-traded SHFE 2210 tin closed down 6.35% or 11,630 yuan/mt at 171,600 yuan/mt, with open interest up 1,367 lots to 44,196 lots.

In the spot market, the smelters were obviously not interest in making quotes, but some were quite active in selling with modest premiums over SHFE front-month. The spot premiums from the traders rose palpably in morning trade, and the SHFE front-month and next-month spread expanded. The overall shipments contracted with tight spot supply in the market, while the downstream players purchased on rigid demand, and some buyers stood on the sidelines after tin prices dropped steeply. SHFE warrants fell 42 mt to 1,478 mt, and LME tin inventory dropped 25 mt to 4,495 mt.

Nickel: The most-traded SHFE 2210 nickel closed down 3.84% or 6,450 yuan/mt at 161,610 yuan/mt, with open interest down 1,175 lots to 50,373 lots.

On the supply side, imports of spot pure nickel maintained a small profit, and the customs clearance volume of nickel briquette picked up. The premiums of Jinchuan and NORNICKEL nickel continued to decline affected by the weak demand. In terms of NPI, the market could still see a supply surplus in China because of the growing in-plant inventory and the continuous inflow of Indonesian NPI, and the prices were under pressure. On the demand side, according to SMM research, steel mills may continue to control the rhythm of supplying goods to the market. The mills made a small restock of cold-rolled and hot-rolled stainless steel, and the overall trading was sluggish compared with last week. The transaction of nickel briquette has recently picked up slightly affected by the expected production resumption of steel mills and the release of demand from salt plants. In terms of alloys, the current demand for high-temperature alloys still exists, and the demand for Jinchuan nickel plates remains unchanged.

[Disclaimer: The above representation and data is based on market information SMM believes to be reliable at the time of acquiring as well as the comprehensive assessment by SMM research team, and any and all information provided in this article is for reference only. This article does not constitute a direct recommendation for investment or any decisions in any form and clients shall act on their own discreet and any decisions made by clients are not within the responsibility of SMM.]

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
3 jam yang lalu
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Baca Selengkapnya
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Pertumbuhan Produksi Tembaga Murni Tiongkok Diperkirakan Melambat Tajam pada 2026 di Tengah Keterbatasan Bahan Baku
Menurut laporan media asing, pertumbuhan produksi tembaga rafinasi Tiongkok diperkirakan melambat tajam pada 2026 karena smelter menghadapi ketatnya ketersediaan konsentrat tembaga dan skrap, serta melemahnya harga asam sulfat. Wood Mackenzie dan Zijin Tianfeng Futures memperkirakan produksi tembaga rafinasi Tiongkok akan meningkat sekitar 3–3,4% pada 2026, dibandingkan dengan pertumbuhan 10,4% pada 2025. Reuters menyebut ini akan menjadi laju pertumbuhan tahunan paling lambat setidaknya sejak 2000 berdasarkan tinjauannya terhadap data produksi resmi. Pertumbuhan produksi tembaga rafinasi tercatat sekitar 4% secara tahunan selama Januari–Agustus. Perlambatan diperkirakan semakin nyata pada kuartal keempat karena pasokan skrap tembaga yang lebih ketat menambah kelangkaan konsentrat tembaga yang sudah ada. Reuters melaporkan bahwa penindakan pajak diperkirakan akan mengurangi ketersediaan skrap, yang semakin membatasi kemampuan smelter untuk mengganti bahan baku sekunder dengan konsentrat ketika kondisi bahan baku mengetat. Ekonomi smelter juga tertekan oleh harga asam sulfat yang lebih rendah. Asam sulfat, produk sampingan utama dari peleburan tembaga, sebelumnya membantu mengimbangi biaya pengolahan konsentrat tembaga yang sangat rendah. Menurut data Oilchem yang dikutip Reuters, harga asam sulfat Tiongkok turun sekitar 11% selama September. Tujuh smelter tembaga Tiongkok dilaporkan merencanakan pemeliharaan peralatan selama 30 hingga 60 hari pada Oktober dan November. Analis di Zhuochuang memperkirakan pemeliharaan yang direncanakan dapat mengurangi pasokan tembaga rafinasi sekitar 80.000 ton metrik. Kelangkaan konsentrat mencerminkan ketidakseimbangan yang lebih luas antara kapasitas peleburan global yang berkembang pesat dan pertumbuhan pasokan tembaga tambang yang relatif lebih lambat. Gangguan sementara baru-baru ini di tambang tembaga besar termasuk Escondida, Las Bambas, dan El Teniente menambah tekanan lebih lanjut pada ketersediaan konsentrat. Pertumbuhan produksi tembaga rafinasi yang lebih lambat di Tiongkok dapat mengurangi pertumbuhan pasokan tembaga rafinasi selama kuartal keempat, terutama jika pemeliharaan smelter yang direncanakan bersamaan dengan kendala yang terus berlanjut pada ketersediaan konsentrat dan skrap. Penurunan harga asam sulfat secara bersamaan juga melemahkan sumber pendapatan penting smelter pada saat biaya pengolahan tetap tertekan. Oleh karena itu, perhatian akan tetap tertuju pada ketersediaan konsentrat, kondisi pasokan skrap, dan skala pemeliharaan smelter yang direncanakan selama Oktober dan November.
3 jam yang lalu
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
3 jam yang lalu
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Baca Selengkapnya
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Eldorado Gold Menuntaskan Pengaktifan Jaringan Listrik Skouries Menjelang Produksi Komersial Kuartal IV
Eldorado Gold telah menyelesaikan sambungan jaringan listrik permanen dan pemberian energi pada tambang tembaga-emas Skouries di Yunani utara, menandai tonggak penting komisioning lainnya seiring proyek menuju produksi komersial yang diharapkan pada kuartal keempat 2026. Lokasi tersebut berhasil diberi energi setelah inspeksi akhir, pengujian, dan persetujuan oleh otoritas transmisi Yunani. Eldorado menyatakan bahwa sambungan permanen ke jaringan nasional menyediakan infrastruktur daya jangka panjang yang diperlukan untuk mendukung kelanjutan komisioning dan peningkatan sistem pemrosesan serta penambangan di seluruh operasi. Tonggak ini menyusul pencapaian produksi konsentrat tembaga-emas perdana di Skouries pada 8 September. Perusahaan kini melanjutkan kegiatan komisioning dan peningkatan produksi menuju operasi kondisi tunak dan produksi komersial akhir tahun ini. Skouries adalah operasi tembaga-emas yang dikembangkan menggunakan kombinasi metode penambangan terbuka konvensional dan bawah tanah. Berdasarkan rencana tambang perusahaan saat ini, operasi ini diharapkan menghasilkan rata-rata sekitar 67 juta pon, atau sekitar 30.400 metrik ton, tembaga per tahun selama umur tambang, bersama dengan sekitar 140.000 ons emas per tahun. Sambungan jaringan listrik permanen sangat penting untuk pengoperasian sistem proses utama, termasuk penghancuran, penggilingan, flotasi, penanganan konsentrat, dan pembuangan tailing, yang memerlukan pemberian energi penuh di lokasi seiring kemajuan komisioning. Penyelesaian pemberian energi jaringan permanen menghilangkan kendala infrastruktur penting di Skouries dan mendukung kelanjutan peningkatan proyek setelah produksi konsentrat perdana pada awal September. Dengan target produksi komersial tetap pada kuartal keempat 2026, perhatian kini akan beralih pada laju komisioning dan transisi menuju operasi kondisi tunak. Setelah sepenuhnya ditingkatkan, Skouries diharapkan menjadi sumber pasokan tembaga Eropa baru yang signifikan, dengan produksi tembaga tahunan rata-rata sekitar 30.400 metrik ton selama umur tambang.
3 jam yang lalu
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
3 jam yang lalu
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Baca Selengkapnya
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Pekerja Tambang Tembaga Centinela Menyetujui Mogok Kerja saat Perundingan Tenaga Kerja Berlanjut ke Mediasi
Pekerja yang diwakili oleh dua serikat pekerja di tambang tembaga Centinela milik Antofagasta Minerals di Chili utara telah memberikan suara mayoritas besar untuk mendukung aksi mogok setelah menolak tawaran perundingan bersama terbaru dari perusahaan. Menurut laporan media asing, 98,73% anggota serikat pekerja memilih mendukung mogok, dengan seluruh anggota yang memenuhi syarat berpartisipasi dalam pemungutan suara. Serikat pekerja Minera Esperanza dan Distrito Centinela sebelumnya telah mendesak anggotanya untuk menolak proposal perusahaan di tengah ketidaksepakatan mengenai tunjangan karyawan. Serikat pekerja berpendapat bahwa Antofagasta Minerals menolak membahas penyetaraan tunjangan bagi pekerja tanpa memandang afiliasi serikat mereka. Antofagasta Minerals tidak memberikan komentar mengenai perundingan perundingan bersama yang sedang berlangsung. Meskipun pemungutan suara telah dilakukan, mogok belum dimulai. Perusahaan dan serikat pekerja kini harus menjalani proses mediasi wajib selama lima hari yang dipimpin pemerintah sebelum pekerja dapat secara hukum memulai aksi mogok. Periode mediasi dapat diperpanjang lima hari lagi jika kedua belah pihak menyetujuinya. Centinela adalah operasi tembaga utama di Chili dan memproduksi 240.400 metrik ton tembaga pada tahun 2025. Hasil dari proses mediasi karena itu akan dipantau dengan cermat untuk melihat potensi dampaknya terhadap operasi dan pasokan tembaga. Suara 98,73% yang mendukung aksi mogok merupakan eskalasi dalam perundingan ketenagakerjaan di Centinela, tetapi belum ada gangguan yang dilaporkan terhadap produksi tembaga pada tahap ini. Periode mediasi wajib memberikan kesempatan bagi perusahaan dan serikat pekerja untuk mencapai kesepakatan sebelum aksi industrial dimulai. Mengingat produksi tembaga Centinela pada tahun 2025 sebesar 240.400 metrik ton, penghentian kerja yang berkepanjangan dapat menciptakan ketidakpastian pasokan tambahan, meskipun skala potensi dampak produksi tidak dapat diperkirakan kecuali mogok dimulai dan durasinya menjadi lebih jelas.
3 jam yang lalu
SMM Evening Comments (Sep 2): Shanghai Nonferrous Metals Closed Mostly with Losses amid Extending Impact of Surging US Dollar - Shanghai Metals Market (SMM)