China's NPI Output in July Declined Due to Low NPI Prices and High Raw Material Costs

Telah Terbit: Aug 9, 2022 17:05
Sumber: SMM
China produced 31,100 mt in Ni content of NPI in July, down 8.82% MoM and 25.75% YoY. As the stainless steel market was weak amid the off-season, the demand for NPI declined. In addition, due to the inflow of Indonesia NPI, the market supply was in huge surplus. The output of high-grade NPI stood at 25,000 mt (Ni content), down 7.15% MoM in July.

SHANGHAI, Aug 9 (SMM) - China produced 31,100 mt in Ni content of NPI in July, down 8.82% MoM and 25.75% YoY. As the stainless steel market was weak amid the off-season, the demand for NPI declined. In addition, due to the inflow of Indonesia NPI, the market supply was in huge surplus. The output of high-grade NPI stood at 25,000 mt (Ni content), down 7.15% MoM in July. And the output of low-grade NPI was 6,100 mt (Ni content), down 15.11% on the month. Due to the overall supply surplus of NPI, the NPI prices fell sharply in July, hence domestic NPI plants chose to suspend and reduce the production ro reduce the risks amid the high cost pressure. In addition, the output of 200 series stainless steel in the integrated steel mills decreased. Therefore, the operating rates and output of low-grade NPI declined.

It is estimated that the NPI output in August will stand at around 30,500 mt in Ni content, and the market holds a cautious attitude towards the follow-up stainless steel market. In addition, with the increase in the Indonesia NPI output, the supply surplus may be more severe. In this scenario, the domestic NPI plants lower the operating rates to slow down the increase in output. In the future, the market should pay attention to the recovery of terminal demand for stainless steel, which may slow down the decline of NPI prices. However, the increase in Indonesia NPI will still put greater pressure to the domestic market in the long term.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 16 Sep 2026
13 jam yang lalu
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
14 jam yang lalu
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Baca Selengkapnya
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Korea Selatan berencana memperkuat kerja sama dengan Kazakhstan dan Uzbekistan di sektor mineral kritis, dengan memajukan eksplorasi bersama dan pengembangan teknologi untuk sumber daya litium, nikel, dan kobalt. Di Kazakhstan, Institut Geosains dan Sumber Daya Mineral Korea (KIGAM) telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan lokal untuk melakukan pengeboran bersama di deposit litium Bakennoye dan tailing-nya pada tahun 2027. Potensi sumber daya litium diperkirakan awal sekitar 25.000 ton. Di Uzbekistan, kedua pihak akan fokus pada eksplorasi dan pengembangan sumber daya nikel dan kobalt di wilayah Sultanbobo, termasuk penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan dan pemurnian serta studi kelayakan. Kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi partisipasi perusahaan Korea dalam proyek pengembangan selanjutnya dan memperkuat keamanan rantai pasokan mineral kritis Korea Selatan.
14 jam yang lalu
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
15 jam yang lalu
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
Baca Selengkapnya
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) nikel untuk paruh kedua September 2026. HMA nikel paruh kedua September ditetapkan sebesar USD 16.698,00/mt, turun USD 35,33/mt atau 0,21% dari USD 16.733,33/mt pada paruh pertama September. HMA kobalt sebesar USD 52.704,33/mt, sementara HMA bijih besi sebesar USD 1,47/mt dan HMA bijih krom sebesar USD 6,37/mt. Mengikuti formula HPM bijih nikel yang direvisi berdasarkan Kepmen ESDM No.363.K/MB.01/MEM.B/2026, yang berlaku efektif pada 15 September 2026, HPM bijih nikel adalah sebagai berikut: · Ni 1,2%: $24,89/wmt, turun $20,77/wmt, berdasarkan formula HPM baru untuk kadar Ni 1,2% ke bawah. · Ni 1,3%: $49,20/wmt, turun $0,69/wmt. · Ni 1,4%: $53,83/wmt, turun $0,24/wmt. · Ni 1,5%: $58,50/wmt, turun $0,25/wmt. · Ni 1,6%: $63,38/wmt, turun $0,26/wmt.
15 jam yang lalu