PT Smelting Gresik Kembali Beroperasi Normal Setelah Pemeliharaan Singkat
Menurut riset pasar SMM, smelter tembaga PT Smelting di Gresik, Indonesia, sempat menghentikan produksi menyusul masalah peralatan pada Agustus. Perbaikan memakan waktu sekitar dua minggu, dan smelter kini telah kembali ke tingkat operasi normal. Keterbukaan informasi publik menunjukkan PT Smelting menghentikan operasi mulai 8 Agustus untuk perbaikan tungku. Fasilitas yang 66% dimiliki PT Freeport Indonesia dan 34% dimiliki Mitsubishi Materials ini memiliki kapasitas katoda tembaga yang diperluas sekitar 342.000 ton per tahun dan kapasitas pengolahan konsentrat sekitar 1,3 juta ton per tahun. Selama penghentian sementara, Freeport menyesuaikan jadwal pengiriman dan mempercepat dimulainya kembali smelter Manyar yang baru. Dengan PT Smelting yang kini kembali beroperasi normal dan Manyar yang melanjutkan pasokan konsentrat pada Agustus serta produksi katoda pada September, kedua fasilitas peleburan tembaga Freeport di Gresik telah kembali berproduksi. Namun, Manyar masih dalam tahap peningkatan kapasitas, dengan tingkat operasinya sangat bergantung pada pemulihan pasokan konsentrat dari tambang Grasberg Block Cave.