China February nickel ore imports dropped 32% YoY due to Indonesian ban

Telah Terbit: Mar 23, 2020 16:19
China’s imports of nickel ore shrank sharply in February as Indonesia banned exports from the start of the year. China imported 1.38 million mt of nickel ore and concentrate last month, down 48.4% from January and 31.9% from February 2019, according to SMM calculations based on data from China customs. China’s nickel ore imports have fallen for five consecutive months.

SHANGHAI, Mar 23 (SMM) – China’s imports of nickel ore shrank sharply in February as Indonesia banned exports from the start of the year.

 

China imported 1.38 million mt of nickel ore and concentrate last month, down 48.4% from January and 31.9% from February 2019, according to SMM calculations based on data from China customs. China’s nickel ore imports have fallen for five consecutive months.

 

 

Imports from Indonesia accounted for 142,100 mt, down 89.7% from a month ago, as they were not declared at customs until February after leaving Indonesia last year and arriving at Chinese ports in January.

 

The coronavirus seemed to have had limited impact on nickel ore imports from the Philippines in February, which rose 7.1% month on month and 59.4% year on year to 1.09 million mt. The increase from January was moderate as the country remained in the rainy season.

 

China’s nickel ore imports from New Caledonia dropped 24.6% to 112,700 mt from a month ago. The proportion of imports from New Caledonia to China’s total nickel ore imports remained small. New Caledonia nickel ore is of good quality, with high nickel content and low humidity.

 

The rainy season in the Philippines is not over yet, while the fast-spreading virus has prompted the Philippine government to take more stringent measures, which upset nickel ore shipment schedules.

 

That, coupled with adverse weather in New Caledonia, is expected to lead China’s nickel ore imports to shrink further in March.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
11 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 24 Agustus 2026.
11 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
11 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Baca Selengkapnya
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Topan Saudel (dikenal secara lokal sebagai Obet) memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina pada 24 Agustus dan bergerak ke arah barat-barat laut, dengan potensi dampak pada Laut China Timur dan pantai China Timur sekitar 26–27 Agustus, meskipun lintasannya masih belum pasti. Untuk logistik nikel, pelabuhan muat Zambales/Sta. Cruz dan Subic tetap menjadi area utama yang perlu diwaspadai, karena hujan lebat, angin kencang, dan laut bergelombang dapat menyebabkan gangguan jangka pendek pada pemuatan dan pengangkutan bijih. Surigao dan area nikel utama lainnya diperkirakan akan mengalami dampak terbatas. Di China daratan, jalur Laut China Timur dan pelabuhan pantai China Timur harus dipantau, karena kondisi laut yang memburuk dapat mempengaruhi sementara operasi kapal dan aktivitas pelabuhan sekitar 26–27 Agustus.
11 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
12 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia tetap tidak berubah di ketiga tingkatan berikut: 1,4% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $53,3/wmt 1,5% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $60,8/wmt 1,6% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $65,8/wmt Pembaruan Kebijakan Indonesia — 24 Agustus 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih dalam periode menunggu, dengan pasar terus memantau lebih lanjut persetujuan RKAB dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, pemerintah telah menunda penerapan pajak windfall yang direncanakan, sementara rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut masih dibahas. Kondisi cuaca di seluruh daerah penghasil nikel utama umumnya masih terkendali, meskipun curah hujan tinggi yang terlokalisasi masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada pertambangan dan logistik. Pasar juga menunggu potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, khususnya perlakuan terhadap logam terkait dan faktor korektif, dapat mempengaruhi harga limonit dan ekonomi bahan baku HPAL.
12 jam yang lalu
China February nickel ore imports dropped 32% YoY due to Indonesian ban - Shanghai Metals Market (SMM)