[SMM Nickel Flash News] Kilasan Pasar Nikel: Juni yang Fluktuatif Berakhir, Fokus pada Keputusan RKAB Juli
Pada Juni 2026, pasar nikel tetap sangat fluktuatif, dengan sentimen pasar terutama dipengaruhi oleh kebijakan kuota RKAB Indonesia. Optimisme awal terhadap kuota pertambangan 2026 yang lebih rendah, yaitu 260–270 juta wmt, mendukung harga karena kekhawatiran kekurangan bijih, tetapi spekulasi tentang potensi kenaikan kuota mulai Juli kemudian memicu aksi jual tajam pada nikel LME. Smelter-smelter Indonesia terus menghadapi pasokan bijih yang ketat dan permintaan baja nirkarat yang lemah. Ke depannya, HMA Juli yang lebih rendah diperkirakan akan menekan harga bijih domestik, dengan premi fisik kemungkinan turun sekitar US$2–3 per ton dari level Juni. Namun, prospek pasar pada akhirnya akan bergantung pada keputusan pemerintah mengenai revisi RKAB dan kondisi pasokan yang ditimbulkannya.