Is Silver a ‘Strong Buy’ Right Now? This Analyst Thinks So…

Telah Terbit: May 19, 2017 10:41
While silver prices seem to be lagging, it may be time for investors to love the grey metal again, one analyst points out.

Sarah Benali  Thursday May 18, 2017 14:48

While silver prices seem to be lagging, it may be time for investors to love the grey metal again, one analyst points out.

“Investment in gold (and silver even more so, are worthy of very careful consideration),” said Matthew Worley, research analyst and economic contributor for London-based World First, in a Seeking Alpha post Thursday.

“In an investment environment where central banks have flooded monetary reserves, equities are hitting all-time highs, 10 year U.S. Treasury yields barely eclipse 2%, and real estate markets show excesses internationally, take a long look at assets undervalued and unloved. It just makes sense.”

Silver has fallen under pressure this week after hitting multi-week highs as the metal fails to attract safe-haven demand like its sister metal gold. July Comex silver futures settled at $16.67 an ounce, down 1.39% on the day. Meanwhile, gold’s 5-day rally came to a halt Thursday with June gold futures settling down at $1,252.80 an ounce.

To Worley, gold and more so silver, remain valuable assets for investors and the latter is a “strong buy” right now.

“Gold and silver have remained valuable commodities for millennia, and inflation buoys their prices, making them true holders of objective value,” he wrote.

“The disparity of the price of silver versus gold is what currently makes physical silver a strong buy,” he added.

Worley explained that the current gold-to-silver ratio, which comes in at about 75:1 is far off from the ratio it should stand at. As an example, he highlighted that from a supply/demand perspective, some analysts suggest the supply in the Earth's crust of silver to gold lies at around 16:1.

“If both the ratio contracts and the equity markets head south, silver stands to make a massive profit,” he said. 

According to Worley, there are other reasons for owning silver right now: it is a good inflation hedge, it has a track record of holding value and premium pricing in other asset classes favors holding silver.

By Sarah Benali

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Logam Mulia Tetap Bergerak dalam Kisaran saat Makro Memasuki Jendela Validasi Kunci [Analisis Makro Logam Mulia SMM]
11 Sep 2026 17:43
Logam Mulia Tetap Bergerak dalam Kisaran saat Makro Memasuki Jendela Validasi Kunci [Analisis Makro Logam Mulia SMM]
Baca Selengkapnya
Logam Mulia Tetap Bergerak dalam Kisaran saat Makro Memasuki Jendela Validasi Kunci [Analisis Makro Logam Mulia SMM]
Logam Mulia Tetap Bergerak dalam Kisaran saat Makro Memasuki Jendela Validasi Kunci [Analisis Makro Logam Mulia SMM]
11 Sep 2026 17:43
Chengtun Mining: Anak Perusahaan Berencana Mengakuisisi 65% Ekuitas di Tibet Haiteng Industrial senilai 709 Juta Yuan
9 Sep 2026 13:56
Chengtun Mining: Anak Perusahaan Berencana Mengakuisisi 65% Ekuitas di Tibet Haiteng Industrial senilai 709 Juta Yuan
Baca Selengkapnya
Chengtun Mining: Anak Perusahaan Berencana Mengakuisisi 65% Ekuitas di Tibet Haiteng Industrial senilai 709 Juta Yuan
Chengtun Mining: Anak Perusahaan Berencana Mengakuisisi 65% Ekuitas di Tibet Haiteng Industrial senilai 709 Juta Yuan
Chengtun Mining mengumumkan dalam pengajuan malam bahwa anak perusahaannya, Sichuan Shengfengyuan Mining Co., Ltd., berencana mengakuisisi 65% ekuitas di Tibet Haiteng Industrial Co., Ltd. (selanjutnya disebut "Tibet Haiteng Industrial") yang dimiliki oleh Liu Zongjun senilai 708,5 juta yuan. Setelah transaksi selesai, Tibet Haiteng Industrial akan menjadi anak perusahaan terkendali perseroan dan dimasukkan dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan. Menurut pengumuman tersebut, Tibet Haiteng Industrial memegang hak eksplorasi untuk "Eksplorasi Tambang Timbal-Seng Bagala (Timur) di Kabupaten Mozhugongka dan Kabupaten Linzhou, Lhasa, Tibet." Hak tersebut pertama kali ditetapkan pada tahun 2003 dan telah mengalami beberapa kali perpanjangan serta perubahan. Lisensi baru diterbitkan pada 28 Agustus 2026, dengan masa berlaku dari 28 Juli 2026 hingga 27 Juli 2031, mencakup area eksplorasi seluas 42,0668 kilometer persegi. Menurut laporan eksplorasi yang diterbitkan oleh Northwest Geological Exploration Institute of China Metallurgical Geology Bureau pada 30 September 2025, selain sumber daya timbal dan seng, kandungan logam perak yang teridentifikasi telah mencapai standar tambang perak skala besar di Tiongkok. Perseroan menyatakan: Kandungan logam perak dari tambang perak-timbal-seng yang akan diakuisisi telah mencapai skala deposit besar, sementara timbal dan seng keduanya merupakan deposit berukuran sedang. Kadar perak, timbal, dan seng tergolong sedang, dan kualitas bijih relatif baik. Setelah akuisisi selesai, kepemilikan sumber daya perseroan atas perak, timbal, seng, dan logam lainnya akan meningkat secara efektif, lebih mengoptimalkan portofolio sumber daya mineral perseroan, memperluas ruang pengembangan di masa depan, serta meningkatkan daya saing inti dan ketahanan terhadap risiko. Akuisisi ini sejalan dengan strategi pengembangan jangka panjang perseroan, kondusif untuk memperkuat kekuatan kompetitif komprehensif perseroan di sektor pertambangan logam non-besi, dan melayani kepentingan jangka panjang serta keseluruhan perseroan dan seluruh pemegang saham.
9 Sep 2026 13:56
Gelombang Berikutnya dari Reli Komoditas: Perusahaan Junior di Ambang Siklus Pengejaran Besar
7 Sep 2026 13:54
Gelombang Berikutnya dari Reli Komoditas: Perusahaan Junior di Ambang Siklus Pengejaran Besar
Baca Selengkapnya
Gelombang Berikutnya dari Reli Komoditas: Perusahaan Junior di Ambang Siklus Pengejaran Besar
Gelombang Berikutnya dari Reli Komoditas: Perusahaan Junior di Ambang Siklus Pengejaran Besar
7 Sep 2026 13:54