Key Macroeconomic Indicators for Base Metal Prices (2016-4-27)

Telah Terbit: Apr 27, 2016 09:25
Eyes will be on US last week’s crude oil inventories and China’s profits for large industrial enterprises in March on Wednesday.

SHANGHAI, Apr. 27 (SMM) – Eyes will be on US last week’s crude oil inventories and profits for Chinese large industrial enterprises in March on Wednesday.

Profits for Chinese above-scale industrial enterprises may continue improving in March, which is reflected by narrowing declines in March PPI and rebounding commodity prices. Growth in fixed-asset investment and recovery in property market will also help growing profits in large industrial enterprises.

US March pending home sales will likely drop significantly from February. News from US housing market are mixed recently. March new home starts and building permits fell short of forecast and house price gains slow down in March. However, March new and existing home sales beat forecast and this indicates that demand may pick up in US property market. Previously, the demand was curbed by high house prices and low inventories.

US last week’s API crude oil inventories fell unexpectedly and the June-delivery oil contract expanded gains fast and hit the year’s best.  

Base Metal to Get Support from Positive China Data, SMM Says


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
11 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 16 Sep 2026
11 jam yang lalu
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
11 jam yang lalu
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Baca Selengkapnya
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Korea Selatan berencana memperkuat kerja sama dengan Kazakhstan dan Uzbekistan di sektor mineral kritis, dengan memajukan eksplorasi bersama dan pengembangan teknologi untuk sumber daya litium, nikel, dan kobalt. Di Kazakhstan, Institut Geosains dan Sumber Daya Mineral Korea (KIGAM) telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan lokal untuk melakukan pengeboran bersama di deposit litium Bakennoye dan tailing-nya pada tahun 2027. Potensi sumber daya litium diperkirakan awal sekitar 25.000 ton. Di Uzbekistan, kedua pihak akan fokus pada eksplorasi dan pengembangan sumber daya nikel dan kobalt di wilayah Sultanbobo, termasuk penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan dan pemurnian serta studi kelayakan. Kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi partisipasi perusahaan Korea dalam proyek pengembangan selanjutnya dan memperkuat keamanan rantai pasokan mineral kritis Korea Selatan.
11 jam yang lalu
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
12 jam yang lalu
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
Baca Selengkapnya
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) nikel untuk paruh kedua September 2026. HMA nikel paruh kedua September ditetapkan sebesar USD 16.698,00/mt, turun USD 35,33/mt atau 0,21% dari USD 16.733,33/mt pada paruh pertama September. HMA kobalt sebesar USD 52.704,33/mt, sementara HMA bijih besi sebesar USD 1,47/mt dan HMA bijih krom sebesar USD 6,37/mt. Mengikuti formula HPM bijih nikel yang direvisi berdasarkan Kepmen ESDM No.363.K/MB.01/MEM.B/2026, yang berlaku efektif pada 15 September 2026, HPM bijih nikel adalah sebagai berikut: · Ni 1,2%: $24,89/wmt, turun $20,77/wmt, berdasarkan formula HPM baru untuk kadar Ni 1,2% ke bawah. · Ni 1,3%: $49,20/wmt, turun $0,69/wmt. · Ni 1,4%: $53,83/wmt, turun $0,24/wmt. · Ni 1,5%: $58,50/wmt, turun $0,25/wmt. · Ni 1,6%: $63,38/wmt, turun $0,26/wmt.
12 jam yang lalu