Average Operating Rate at China Primary Lead Smelters Hit Best for 2015 in November

Telah Terbit: Dec 4, 2015 17:31
Average operating rate at Chinese 47 major primary lead producers hit a new high for 2015 at 69.78% in November, up 3.26 percentage points MoM, SMM surveyed.

SHANGHAI, Dec. 4 (SMM) – Average operating rate at Chinese 47 major primary lead producers hit a new high for 2015 at 69.78% in November, up 3.26 percentage points MoM, SMM surveyed.

Continuous rise in domestic concentrate TCs yielded more profits for lead smelters. TCs for domestic materials came at 2,550 yuan per tonne (Pb content) in November, up 100 yuan per tonne (Pb content) MoM. Profits for lead smelters as of the end of November were 4.68 times of those at the end of 2014, boosting producing interest at lead smelters.

Demand increased at large lead-acid battery makers. Some large battery makers ramped up production for year’s target at the end of this year. Besides, above 100 Ah battery replacement accelerated in north regions due to cold weather. Both factors drove up overall demand for lead.  

For news cooperation, please contact us by email: sallyzhang@smm.cn or service.en@smm.cn.


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Pemilu Zambia: Hichilema Diperkirakan Menang; Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
19 jam yang lalu
Pemilu Zambia: Hichilema Diperkirakan Menang; Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Baca Selengkapnya
Pemilu Zambia: Hichilema Diperkirakan Menang; Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Pemilu Zambia: Hichilema Diperkirakan Menang; Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Zambia akan menggelar pemilihan presiden dan parlemen pada 13 Agustus. Pasar secara luas memperkirakan Presiden petahana Hichilema Hakainde akan kembali terpilih. Bagi investor, perhatian utama adalah apakah masa jabatan keduanya mampu mengubah stabilisasi ekonomi pasca gagal bayar utang negara menjadi pertumbuhan yang kokoh, dipimpin sektor pertambangan, dan menciptakan lapangan kerja.
19 jam yang lalu
Antofagasta Melanjutkan Produksi di Tambang Tembaga Los Pelambres Setelah Hujan dan Pemadaman Listrik
19 jam yang lalu
Antofagasta Melanjutkan Produksi di Tambang Tembaga Los Pelambres Setelah Hujan dan Pemadaman Listrik
Baca Selengkapnya
Antofagasta Melanjutkan Produksi di Tambang Tembaga Los Pelambres Setelah Hujan dan Pemadaman Listrik
Antofagasta Melanjutkan Produksi di Tambang Tembaga Los Pelambres Setelah Hujan dan Pemadaman Listrik
Perusahaan tambang tembaga asal Chile, Antofagasta, mengatakan bahwa produksi telah kembali beroperasi di tambang tembaga Los Pelambres miliknya di utara Santiago, setelah terhenti akibat hujan deras dan pemadaman listrik. Perusahaan yang terdaftar di London itu pada hari Jumat tetap mempertahankan target produksi sepanjang tahun meskipun terjadi gangguan singkat, dengan menyatakan tidak ada kerusakan berarti pada peralatan atau infrastruktur penting.
19 jam yang lalu
Tambang Tembaga Los Pelambres Milik Antofagasta Aman di Tengah Investigasi Lingkungan Setelah Insiden Cuaca Ekstrem
19 jam yang lalu
Tambang Tembaga Los Pelambres Milik Antofagasta Aman di Tengah Investigasi Lingkungan Setelah Insiden Cuaca Ekstrem
Baca Selengkapnya
Tambang Tembaga Los Pelambres Milik Antofagasta Aman di Tengah Investigasi Lingkungan Setelah Insiden Cuaca Ekstrem
Tambang Tembaga Los Pelambres Milik Antofagasta Aman di Tengah Investigasi Lingkungan Setelah Insiden Cuaca Ekstrem
Antofagasta Minerals, perusahaan asal Chili, mengatakan pada hari Kamis bahwa aset utamanya, tambang tembaga Los Pelambres, saat ini dalam kondisi aman, setelah regulator lingkungan setempat meluncurkan penyelidikan atas insiden drainase yang dipicu oleh cuaca ekstrem.
19 jam yang lalu