Energy Insight Report - Sep 10, 2015 : Karvy Commodities

Telah Terbit: Sep 11, 2015 09:25
Outlook: Crude prices are yesterday gone down as the global scenario for both Brent crude & WTI crude is on down side.

By   10 Sep 2015  Last updated at  07:01:06 GMT

Energy Insight

Crude Oil: Technical Recommendation

ExchangeContractS2S1PCPR1R2Recommendation
NYMEXOct-1543.1 43.6 44.15 45.2 46.2 Trading range 42.70-44.50
MCXSep-152932 2959 2989 3039 3083 Trading range 3040-2880

Review:

• Crude oil prices fell yesterday due to global negative cues
• 
WTI for the October contract went down by almost 4%, registering at $44.15/ barrel, whereas Brent on the other hand went down almost equal to WTI for the same month contract registering it at $47.58/ barrel

Outlook: Crude prices are yesterday gone down as the global scenario for both Brent crude & WTI crude is on down side. As per the Bloomberg’s survey, crude stockpiles are expected to move up for the second consecutive week. Already last week’s pileup was the biggest since multi- months; consecutive pile-up in the same may pull down prices further. With the end of the summer driving season, demand for the products side has got stalled in the US, lowering down the profitability of the refiners. Thus, refiners went down for the seasonal maintenance, due to which crude stockpiles are expected to rise this time also. Products side demand remaining stable could tend consuming from the existing inventories. Talking of the Brent, same negativity continues in it, though world is having an eye on OPEC’s Doha meeting. Not much positive outcome is expected from the same, as they had earlier signaled not reducing their current levels till Brent doesn’t goes down below $45/ barrel. Iran’s nuke deal is also expected to get cleared by March, 2016, as the IAEA extends their deadline by 3 months.Prices today are expected to remain on downside, as we can witness the early morning negativity in WTI, which is down by almost a percent. As per EIA’s STEO report, the average price of WTI is expected move down by 40 cents then what they fixed it earlier.

Natural Gas Technical Recommendations

ExchangeContractS2S1PCPR1R2Recommendation
NYMEXOct-152.615 2.632 2.651 2.681 2.708 Sell at 2.6778-2.6780 TP 2.620 SL 2.710
MCXSep-15174.8 175.8 176.9 178.8 180.6 Sell at 178.60-178.80 TP 175/173 SL 181

Review:

 NG prices yesterday moved down more than 2% for the October month contract at NYMEX
• 
On closing basis, NG registered itself at $2.651/ MMBTu

Outlook: NG prices went down yesterday as the inventory data is approaching. As per the Bloomberg’s survey, around 77 bcf NG is expected to inject this week, which was around 94 bcf last week. Though the injections are expected to move down but still the levels are too high if seen in accordance with consumption levels. As per the STEO report released by the DoE, the injection phase will close by end of October by which the inventories could run up to 3,840 bcf, which at present is around 3,193 bcf.

Courtesy :Karvy Commodities


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[Aluminium naik melampaui $3.300 karena perundingan Hormuz yang macet dan persediaan terendah sepanjang masa memicu kekhawatiran pasokan]
1 jam yang lalu
[Aluminium naik melampaui $3.300 karena perundingan Hormuz yang macet dan persediaan terendah sepanjang masa memicu kekhawatiran pasokan]
Baca Selengkapnya
[Aluminium naik melampaui $3.300 karena perundingan Hormuz yang macet dan persediaan terendah sepanjang masa memicu kekhawatiran pasokan]
[Aluminium naik melampaui $3.300 karena perundingan Hormuz yang macet dan persediaan terendah sepanjang masa memicu kekhawatiran pasokan]
Aluminium LME mencapai level tertinggi sejak Juni, diperdagangkan sekitar 3.337 dolar AS per ton pada 11 Agustus, naik lebih dari 8% sejak akhir Juni, seiring terhentinya negosiasi AS-Iran tentang pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur yang pernah mengangkut sekitar 10% produksi aluminium global—meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah yang berkepanjangan; kekhawatiran ini diperkuat oleh persediaan gudang LME yang mendekati 250.000 ton, terendah sejak November 1990, dengan pasokan baru dari China dan Indonesia tidak mampu mengimbangi penurunan tersebut, sementara Norsk Hydro memperingatkan defisit aluminium global dapat melampaui 900.000 ton tahun ini jika perdagangan Hormuz tidak kembali normal, membuat pasar terjepit antara pasokan baru Asia dan penyangga persediaan yang semakin menyusut untuk meredam guncangan Timur Tengah lebih lanjut.
1 jam yang lalu
Hongjia dari Oriental Yuhong Memenangkan Tender Proyek Besar Aluminium Taijing di Indonesia
1 jam yang lalu
Hongjia dari Oriental Yuhong Memenangkan Tender Proyek Besar Aluminium Taijing di Indonesia
Baca Selengkapnya
Hongjia dari Oriental Yuhong Memenangkan Tender Proyek Besar Aluminium Taijing di Indonesia
Hongjia dari Oriental Yuhong Memenangkan Tender Proyek Besar Aluminium Taijing di Indonesia
Menurut Oriental Yuhong, Hongjia Industrial Coatings miliknya telah berhasil memenangkan tender proyek aluminium 600.000 metrik ton Taijing Aluminum Indonesia, dan akan menyediakan solusi perlindungan anti-korosi tugas berat profesional untuk proyek tersebut. Proyek ini berlokasi di Taman Industri Morowali, Indonesia, dan merupakan investasi bersama antara Xinfa Group dan Tsingshan Group asal Tiongkok. Proyek ini menggunakan sel elektrolitik skala besar 600 kA yang terdepan di industri, dengan tahap pertama berkapasitas 300.000 metrik ton yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
1 jam yang lalu
Jaksa Agung Oklahoma Ajukan Perintah Hentikan Proyek Peleburan Aluminium Senilai $4 Miliar di Tengah Kekhawatiran Lingkungan
1 jam yang lalu
Jaksa Agung Oklahoma Ajukan Perintah Hentikan Proyek Peleburan Aluminium Senilai $4 Miliar di Tengah Kekhawatiran Lingkungan
Baca Selengkapnya
Jaksa Agung Oklahoma Ajukan Perintah Hentikan Proyek Peleburan Aluminium Senilai $4 Miliar di Tengah Kekhawatiran Lingkungan
Jaksa Agung Oklahoma Ajukan Perintah Hentikan Proyek Peleburan Aluminium Senilai $4 Miliar di Tengah Kekhawatiran Lingkungan
[SMM Aluminum Express News] Jaksa Agung Oklahoma Gentner Drummond telah meminta pengadilan federal untuk mengeluarkan perintah pendahuluan guna menghentikan pembangunan pabrik peleburan aluminium primer senilai US$4 miliar di Inola, sementara gugatannya yang bertujuan memblokir proyek tersebut masih berlangsung. Mosi yang diajukan pada 11 Agustus di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Oklahoma ini disampaikan menjelang berakhirnya moratorium konstruksi kota pada 28 Agustus. Jika dikabulkan, perintah ini akan mencegah persiapan lokasi, perubahan lahan, pekerjaan pondasi, dan kegiatan konstruksi lainnya. Pabrik peleburan Oklahoma Primary Aluminum yang diusulkan akan memiliki kapasitas lebih dari 750.000 ton per tahun dan direncanakan sebagai usaha patungan 60:40 antara Emirates Global Aluminium dan Century Aluminum. Gugatan Drummond menyebutkan potensi dampak terhadap lingkungan, pertanian, air, dan jaringan listrik, termasuk perkiraan kebutuhan daya berkelanjutan lebih dari 1.000 MW. Para pengembang membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mosi perintah pendahuluan itu mengandung penggambaran keliru yang mengabaikan fakta ilmiah dan regulasi.
1 jam yang lalu