SMM Copper Market Daily Review (2015-6-9)

Telah Terbit: Jun 10, 2015 09:42
SHFE 1508 copper contract prices opened at RMB 43,100/mt for Monday’s night session and rose to RMB 43,240/mt.

SHANGHAI, Jun. 10 (SMM) – SHFE 1508 copper contract prices opened at RMB 43,100/mt for Monday’s night session and rose to RMB 43,240/mt. However, the prices failed to break through the 5-day moving average and finally ended at RMB 43,140/mt, up RMB 60/mt.

August-delivery SHFE copper contract stayed around RMB 43,180/mt during daytime trading Tuesday, and rose to RMB 43,350/mt before closing at RMB 43,250/mt, up RMB 170. Trading volumes dropped 79,928lots and positions were down 9,722.

Spot copper premiums in Shanghai remained at RMB 50-90/mt to SHFE 1506 copper contract Tuesday. Traded prices were RMB 43,380-43,460/mt for standard-quality copper and RMB 43,400-43,490/mt for high-quality copper.

SHFE copper prices moved narrowly early Tuesday, and cargo holders in spot market mainly watched from the sidelines. Supply grew at midday, but the amount of imported copper was limited. Traders were not active in making deals and downstream buyers also only purchased as needed in the morning. Some traders entered the market in the afternoon to buy on dips.
 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Sep)
14 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 17 Sep 2026.
14 jam yang lalu
Harga Nikel Rafinasi SMM #1 Naik 2.200 Yuan/mt menjadi 125.400 Yuan/mt pada 17 September
17 jam yang lalu
Harga Nikel Rafinasi SMM #1 Naik 2.200 Yuan/mt menjadi 125.400 Yuan/mt pada 17 September
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Rafinasi SMM #1 Naik 2.200 Yuan/mt menjadi 125.400 Yuan/mt pada 17 September
Harga Nikel Rafinasi SMM #1 Naik 2.200 Yuan/mt menjadi 125.400 Yuan/mt pada 17 September
Pada 17 September, harga rata-rata nikel rafinasi SMM #1 adalah 125.400 yuan/mt, naik 2.200 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Dari sisi premi spot, premi rata-rata untuk nikel rafinasi Jinchuan #1 adalah 4.250 yuan/mt, naik 400 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya, sementara merek domestik utama nikel elektrodeposisi berkisar antara 0 hingga 500 yuan/mt.
17 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 17 September 2026
18 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 17 September 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 17 September 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Indonesia — 17 September 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia sedikit menurun di semua kadar utama: · Ni 1,2%: harga rata-rata CIF $27/wmt, tidak berubah · Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $51,8/wmt, turun $0,6/wmt · Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $58,5/wmt, turun $0,3/wmt · Ni 1,6%: harga rata-rata CIF $63,4/wmt, turun $0,5/wmt Pasar bijih nikel Indonesia masih dalam masa tunggu dan lihat, dengan pasar memantau persetujuan RKAB lebih lanjut dan kemungkinan penyesuaian kuota. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merevisi formula HPM bijih nikel berdasarkan Kepmen ESDM No. 363.K/MB.01/MEM.B/2026, berlaku efektif 15 September. Revisi ini terutama menurunkan faktor koreksi untuk bijih nikel kadar rendah, sehingga secara signifikan menurunkan patokan HPM untuk limonit kadar rendah dan mendekatkannya dengan harga pasar yang berlaku. Formula yang direvisi menetapkan HPM untuk bijih Ni 1,2% sekitar $24,89/wmt, turun sekitar 45% dari level sebelumnya. Pemerintah menyatakan revisi ini bertujuan membuat bahan baku bijih nikel lebih ekonomis bagi smelter, sementara dampaknya akan terus dievaluasi.
18 jam yang lalu