[SMM Nickel Flash] Kantor Staf Presiden Turun Tangan di Tengah Celah Aturan Tanah Jarang yang Menunda Ekspor Alumina & Nikel

Telah Terbit: Jul 28, 2026 11:12
Kantor Staf Presiden Indonesia mengadakan rapat koordinasi di Jakarta pada 27 Juli bersama lembaga pemerintah, penegak hukum, dan industri untuk mengatasi kemacetan pengiriman akibat belum adanya aturan tentang batas kandungan logam tanah jarang yang diizinkan dalam ekspor mineral. Sumber-sumber industri menyebutkan produk alumina dan nikel, terutama nikel pig iron (NPI), mengalami keterlambatan. Indonesia merupakan eksportir mineral utama namun hanya penghasil ikutan logam tanah jarang yang kecil, dan belum ada ambang batas proporsinya dalam pengapalan mineral lain, sehingga perlakuan kepabeanan menjadi tidak jelas. Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman mengatakan telah menerima laporan dari beberapa perusahaan mengenai gangguan ekspor. Pengiriman yang terhambat memperketat ketersediaan jangka pendek dan memperkuat keengganan penjual pada NPI.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Kantor Staf Presiden Indonesia mengadakan rapat koordinasi di Jakarta - Shanghai Metals Market (SMM)