[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Nikel Melonjak saat Indonesia Rencanakan Pajak Ekspor dan Pajak Rejeki Nomplok; LME Mengincar $20.000

Telah Terbit: May 7, 2026 09:59
Pemerintah Indonesia menegaskan kembali rencana penerapan bea keluar dan pajak windfall profit pada produk nikel olahan rendah, memicu reli tajam di pasar logam global. Kebijakan ini bertujuan untuk mengatasi under-invoicing dan penyelundupan sekaligus memulihkan subsidi negara yang digunakan untuk membangun industri hilir nasional. Menyusul pengumuman tersebut, kontrak berjangka nikel SHFE melonjak lebih dari 3,5% hari ini, sementara nikel LME naik ke sekitar $19.900/mt, kenaikan harian 2,1%. Dengan naiknya batas biaya, kontrak berjangka baja tahan karat Asia kini telah naik lebih dari 10% sejak awal April, mencerminkan tren bullish yang lebih luas di seluruh logam dasar.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn