Efektif 15 April 2026, ESDM Indonesia akan menerapkan formula HPM Bijih Nikel yang direvisi. Faktor Koreksi (FK) untuk bijih kadar 1,6% naik menjadi 30%, menurun 1% untuk setiap penurunan 0,1% kadar nikel. Produk sampingan kini dinilai secara eksplisit: Kobalt dan Besi memiliki FK 30%, sementara Kromium 10%. Yang terpenting, kobalt hanya akan diperhitungkan dalam penetapan harga jika kandungannya >= 0,05%, dan kandungan besi harus <= 35% untuk dimasukkan dalam perhitungan.
HPM Bijih Nikel = 【(HMA Nikel * %Ni * FK Bijih Nikel) + (HMA Kobalt * %Co * FK Kobalt) + (HMA Bijih Besi * %Fe * FK Besi) + (HMA Bijih Krom * %Cr * FK Krom)】*(1-MC)



