Pekan ini, harga nikel sempat turun lalu naik, bergerak mendatar di tengah tarik-menarik antara fluktuasi makro dan kebijakan sisi pasokan. Pada awal pekan, terdampak penguatan dolar AS dan sentimen penghindaran risiko di pasar komoditas global, nikel LME sempat turun di bawah level kunci US$17.000. Harga kemudian pulih seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan bahwa Indonesia berencana mengenakan pajak ekspor nikel. Hingga penutupan Jumat, harga mingguan kontrak nikel SHFE yang paling aktif naik 3%, sementara kontrak nikel LME 3M menguat 2,4% dibanding pekan sebelumnya. Di pasar spot, harga rata-rata SMM untuk nikel rafinasi #1 tercatat 138.030 yuan/mt pekan ini, naik 1.100 yuan/mt dari pekan sebelumnya. Premi rata-rata nikel Jinchuan pekan ini sebesar 5.900 yuan/mt, turun 1.600 yuan/mt dari pekan sebelumnya. Premi untuk merek nikel elektrodeposisi utama di Tiongkok berada di kisaran -600 hingga 400 yuan/mt. Premi pelat nikel turun signifikan pekan ini, dan lesunya permintaan menyebabkan transaksi di pasar spot kurang bergairah.
Dari sisi makro, risiko geopolitik terus membebani selera risiko pasar pekan ini. Menurut laporan media AS, Departemen Pertahanan AS tengah menyusun rencana militer “serangan mematikan yang menentukan” terhadap Iran, yang dapat mencakup pengerahan pasukan darat dan serangan udara skala besar. Meski sebelumnya sempat muncul kabar mengenai peluang gencatan senjata, sentimen penghindaran risiko belum benar-benar mereda. Kebijakan makro Tiongkok tetap bernada positif, dan sinyal pro-pertumbuhan yang disampaikan pada Forum Boao turut meningkatkan kepercayaan pasar.
Dari sisi persediaan, stok di Kawasan Berikat Shanghai sekitar 1.700 mt pekan ini, dengan penurunan persediaan 500 mt dibanding pekan sebelumnya. Persediaan sosial Tiongkok sekitar 90.000 mt, dengan kenaikan persediaan sekitar 1.300 mt dibanding pekan sebelumnya.
Dalam jangka pendek, harga nikel diperkirakan tetap berada dalam tarik-menarik antara “dukungan biaya yang kuat” dan “permintaan riil yang lemah”. Kisaran perdagangan inti kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperkirakan berada di 133.000-143.000 yuan/mt. Dukungan batas bawah biaya dari kebijakan Indonesia tetap solid, tetapi tekanan makro dan lemahnya permintaan akan membatasi ruang kenaikan.



