Impor Bijih Logam Tanah Jarang Melonjak pada Awal 2026, Melampaui Permintaan dan Menyebabkan Surplus [Analisis SMM]

Telah Terbit: Mar 24, 2026 10:24
[Analisis SMM: Impor Bijih Tanah Jarang Melonjak pada Awal 2026, Melebihi Permintaan dan Menyebabkan Surplus] Menurut data terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai, dari Januari hingga Februari 2026, impor karbonat tanah jarang campuran China sekitar 3.013,7 mt, naik 321% secara tahunan. Pada periode yang sama, impor oksida tanah jarang yang tidak terdaftar sekitar 12.860,4 mt, juga mencatat kenaikan tajam 209% secara tahunan.

Berita SMM, 24 Maret

Menurut data terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai, dari Januari hingga Februari 2026, impor karbonat tanah jarang campuran China sekitar 3.013,7 mt, naik 321% dibandingkan tahun lalu. Pada periode yang sama, impor oksida tanah jarang tak tercantum sekitar 12.860,4 mt, juga mencatat lonjakan tajam sebesar 209% secara tahunan.

Penyebabnya, di satu sisi, pada awal tahun lalu, ekspor bijih tanah jarang dari Myanmar, negara sumber utama impor oksida tanah jarang tak tercantum, terdampak serangkaian faktor negatif, sehingga ekspor oksida tanah jarang tak tercantum pada periode yang sama tahun lalu relatif rendah; di sisi lain, dari Januari hingga Februari tahun ini, harga tanah jarang di China naik cepat, dan harga satuan bijih tanah jarang juga meningkat signifikan, mendorong para penambang untuk aktif mengimpor demi mengejar keuntungan.

Namun pada saat yang sama, masalah surplus bijih tanah jarang makin menonjol dan tidak bisa diabaikan. Terbatas oleh berbagai faktor seperti kuota produksi dan perlindungan lingkungan, pabrik pemisahan tanah jarang di China secara bertahap telah menurunkan tingkat operasinya sejak akhir 2025, dan situasi ini berlanjut dalam periode yang cukup lama. Hal ini secara langsung menyebabkan permintaan pasar terhadap bijih tanah jarang turun tajam. Menurut informasi dari pemasok di sisi bijih, perusahaan pemisahan tanah jarang saat ini terus berupaya menekan harga dalam pengadaan, sehingga harga transaksi aktual bijih tanah jarang tetap berada pada tingkat yang relatif rendah.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Rare Earth Morning Meeting Summary] Pr-Nd and Dy-Tb fell across the board, metals followed the decline with stagnant transactions, and long-term contracts for magnetic materials squeezed out spot order demand.
4 menit yang lalu
[SMM Rare Earth Morning Meeting Summary] Pr-Nd and Dy-Tb fell across the board, metals followed the decline with stagnant transactions, and long-term contracts for magnetic materials squeezed out spot order demand.
Baca Selengkapnya
[SMM Rare Earth Morning Meeting Summary] Pr-Nd and Dy-Tb fell across the board, metals followed the decline with stagnant transactions, and long-term contracts for magnetic materials squeezed out spot order demand.
[SMM Rare Earth Morning Meeting Summary] Pr-Nd and Dy-Tb fell across the board, metals followed the decline with stagnant transactions, and long-term contracts for magnetic materials squeezed out spot order demand.
[Pr-Nd and Dysprosium-Terbium Pull Back Across the Board, Metals Follow Lower with Stagnant Deals, Magnetic Material Long-Term Contracts Crowd Out Spot Orders] Yesterday, Pr-Nd oxide was pressured by weaker futures prices, with market wait-and-see sentiment rising. Suppliers' willingness to hold prices firm showed signs of easing, and quotes saw a slight correction. Downstream inquiries and purchases remained cautious, with actual transactions limited. Dysprosium oxide prices pulled back from highs, as downstream acceptance of high-priced supply was insufficient and inquiry activity declined, while suppliers showed a stronger willingness to sell at concessions. Terbium oxide prices also pulled back, with downstream purchasing cautious and overall market trading sentiment subdued.
4 menit yang lalu
Mont Royal Resources dan Alta Resource Technologies Bermitra untuk Riset Pengolahan Logam Tanah Jarang
12 menit yang lalu
Mont Royal Resources dan Alta Resource Technologies Bermitra untuk Riset Pengolahan Logam Tanah Jarang
Baca Selengkapnya
Mont Royal Resources dan Alta Resource Technologies Bermitra untuk Riset Pengolahan Logam Tanah Jarang
Mont Royal Resources dan Alta Resource Technologies Bermitra untuk Riset Pengolahan Logam Tanah Jarang
Media asing melaporkan pada 31 Agustus bahwa perusahaan tercatat Mont Royal Resources menandatangani perjanjian penelitian bersama dengan Alta Resource Technologies yang berbasis di AS untuk mengevaluasi jalur teknis pemrosesan karbonat tanah jarang campuran yang dihasilkan dari proyek Ashram di Quebec menjadi oksida tanah jarang murni tinggi yang terpisah. Kedua pihak akan menilai kelayakan pembangunan fasilitas pemurnian komersial, dan perjanjian ini merupakan Langkah-1 menuju potensi usaha patungan untuk mendukung produksi jangka panjang oksida tanah jarang untuk magnet permanen dan aplikasi teknologi tinggi di Amerika Utara.
12 menit yang lalu
Defense Metals Laporkan Intersep 65 m dengan Kadar 3% TREO dalam Pengeboran Wicheeda
13 menit yang lalu
Defense Metals Laporkan Intersep 65 m dengan Kadar 3% TREO dalam Pengeboran Wicheeda
Baca Selengkapnya
Defense Metals Laporkan Intersep 65 m dengan Kadar 3% TREO dalam Pengeboran Wicheeda
Defense Metals Laporkan Intersep 65 m dengan Kadar 3% TREO dalam Pengeboran Wicheeda
Defense Metals (TSXV: DEFN) telah memperoleh hasil dari pengeboran konversi sumber daya di proyek tanah jarang Wicheeda di British Columbia, dengan intersepsi terkuat setebal 65 meter dan kadar total oksida tanah jarang (TREO) sekitar 3%.
13 menit yang lalu