[SMM Besi & Baja] Ketegangan Perang Teluk Dorong Kenaikan Tarif Angkutan Global

Telah Terbit: Mar 4, 2026 13:58
Laporan pasar pada 3 Maret 2026 menunjukkan bahwa konflik yang masih berlangsung di kawasan Teluk telah menyebabkan lonjakan signifikan pada tarif angkutan laut. Hal ini terutama memengaruhi biaya landed bijih besi dan HRC (Hot Rolled Coil) untuk tujuan yang sensitif. Sementara harga di sisi tambang tetap stabil, kenaikan biaya logistik mulai menekan margin para pedagang baja internasional

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Pasar Secara Bertahap Menyerap Sentimen Bearish, Harga Baja Mungkin Bertahan Baik Mengikuti Biaya [Laporan Mingguan Rantai Industri Baja SMM]
5 menit yang lalu
Pasar Secara Bertahap Menyerap Sentimen Bearish, Harga Baja Mungkin Bertahan Baik Mengikuti Biaya [Laporan Mingguan Rantai Industri Baja SMM]
Read More
Pasar Secara Bertahap Menyerap Sentimen Bearish, Harga Baja Mungkin Bertahan Baik Mengikuti Biaya [Laporan Mingguan Rantai Industri Baja SMM]
Pasar Secara Bertahap Menyerap Sentimen Bearish, Harga Baja Mungkin Bertahan Baik Mengikuti Biaya [Laporan Mingguan Rantai Industri Baja SMM]
Pekan ini, logam besi menunjukkan pola awal melemah kemudian menguat. Di awal pekan, setelah perundingan damai AS-Iran gagal mencapai kesepakatan, militer AS mengumumkan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran, mendorong harga minyak internasional kembali naik. Pertengahan pekan, gangguan dari negosiasi kontrak jangka panjang bijih besi meningkat, dengan rumor pasar yang menyebutkan bahwa pembatasan terhadap beberapa produk yang sebelumnya dibatasi telah dicabut sebagian. Selanjutnya, muncul berita tentang penutupan tak terduga sebuah kilang di Australia, memicu kekhawatiran pasar bahwa defisit pasokan diesel dapat menyebabkan penghentian operasi tambang, yang pada gilirannya akan memperketat pasokan jangka pendek. Ditambah dengan meningkatnya ekspektasi kenaikan harga kokas putaran kedua, logam besi berhasil menguat di paruh kedua pekan ini...
5 menit yang lalu
Laporan Harian Bijih Besi MMi (17 April)
27 menit yang lalu
Laporan Harian Bijih Besi MMi (17 April)
Read More
Laporan Harian Bijih Besi MMi (17 April)
Laporan Harian Bijih Besi MMi (17 April)
Hari ini futures bijih besi DCE menunjukkan tren yang kokoh, dengan kontrak paling aktif I2609 akhirnya ditutup pada 778,5 RMB per ton, mencatatkan kenaikan 0,39 persen dari sesi perdagangan sebelumnya.
27 menit yang lalu
[SMM Ulasan Harian Pelat & Lembaran] Harga HRC Harian Stabil hingga Menguat, Transaksi Pasca-Kenaikan Melemah
34 menit yang lalu
[SMM Ulasan Harian Pelat & Lembaran] Harga HRC Harian Stabil hingga Menguat, Transaksi Pasca-Kenaikan Melemah
Read More
[SMM Ulasan Harian Pelat & Lembaran] Harga HRC Harian Stabil hingga Menguat, Transaksi Pasca-Kenaikan Melemah
[SMM Ulasan Harian Pelat & Lembaran] Harga HRC Harian Stabil hingga Menguat, Transaksi Pasca-Kenaikan Melemah
Harga HRC pekan ini sempat turun lalu rebound, dengan harga rata-rata mingguan sedikit naik dan transaksi keseluruhan membaik secara WoW. Ke depan, pasokan dan permintaan HRC diperkirakan sama-sama meningkat, ketidakseimbangan pasokan-permintaan melemah, dan dukungan biaya diperkirakan menguat. Singkatnya, kontrak HRC paling aktif diperkirakan akan bertahan dengan baik dalam kisaran 3.280-3.350 pekan depan.
34 menit yang lalu