Menurut laporan Bloomberg yang dikutip oleh Mining.com, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune meresmikan jalur kereta api yang dibangun bersama, yang sangat penting bagi negara anggota OPEC ini untuk pengembangan bijih besi skala besar dan merupakan salah satu inisiatifnya untuk mendiversifikasi ekonomi.
Pembukaan jalur kereta api ini memungkinkan tambang bijih besi Gara Djebilet, yang terletak di dekat perbatasan antara Aljazair dan Maroko, untuk mengirimkan kargo pertamanya, sebuah proyek yang telah direncanakan selama beberapa dekade. Perusahaan Pertambangan Nasional Aljazair (Sonarem) adalah peserta utama dalam proyek ini.
Jalur kereta api baru ini, dibangun oleh perusahaan milik negara Aljazair, menghubungkan tambang bijih besi yang terpencil dengan kota-kota di Provinsi Tindouf dan Béchar. Dari sana, jalur kereta api yang sudah ada terhubung ke pesisir Laut Tengah dan kota Oran, tempat Tosyali Holding asal Turki mengoperasikan pabrik baja.
Aljazair adalah pemasok gas alam penting bagi Eropa, dengan minyak dan gas menyumbang tiga perempat nilai ekspornya dan setengah dari pendapatan fiskalnya, namun sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi. Oleh karena itu, negara ini mencari sumber pendapatan lain dan saat ini berupaya mengembangkan industri pertambangan secara giat.



