[SMM Aluminium Express News] PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sedang gencar memajukan strategi hilirisasi bauksitnya melalui empat proyek utama. Yang pertama adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Tahap I di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dioperasikan oleh usaha patungannya dengan Antam, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).
Proyek kedua adalah SGAR Tahap II. Studi kelayakan bankable ditargetkan selesai dalam waktu dekat, dengan Keputusan Investasi Akhir (FID) ditargetkan pada Desember 2025. Konstruksi dijadwalkan dimulai tahun depan (2025), dengan target Tanggal Operasi Komersial (COD) pada akhir 2028 atau awal 2029. Perkiraan investasi untuk SGAR Tahap II adalah US$700 - US$800 juta.
Proyek ketiga adalah smelter aluminium baru, yang ditargetkan COD pada tahun 2028 dengan kapasitas produksi 600,000 ton aluminium per tahun. Smelter ini akan membutuhkan sekitar 1,2 juta ton alumina, yang akan disuplai bersama-sama oleh fasilitas SGAR Tahap I dan II.
Unsur keempat melibatkan pemanfaatan surplus produksi alumina di luar 1,2 juta ton untuk memasok smelter eksisting Inalum di Kuala Tanjang. Rencana terpadu ini memastikan rantai pasok yang aman dari alumina hingga produksi aluminium primer.
![A00 sedikit terkoreksi, scrap aluminium tetap stabil secara keseluruhan [Tinjauan Harian Scrap Aluminium]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yOYEC20251217171653.jpg)

![[Tinjauan Harian Harga ADC12] Harga aluminium berjangka berfluktuasi di level tinggi; ADC12 spot menguat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/FHiZE20251217171722.jpeg)
