Pada tanggal 3 Agustus, Codelco mengonfirmasi bahwa kelima pekerja yang terjebak di tambang tembaga bawah tanah El Teniente telah meninggal dunia, menyusul gempa bumi berkekuatan 4,2 yang mengguncang bagian tengah Chili pada Kamis malam. Tubuh terakhir ditemukan pada Minggu sore setelah operasi penyelamatan selama beberapa hari.
Insiden ini membuat total korban tewas menjadi enam orang dan menandai salah satu kecelakaan paling mematikan dalam sejarah modern tambang tersebut. Tim penyelamatan hanya berhasil membersihkan 25,5 meter dari 90 meter jalan runtuh akibat gempa susulan yang terus berlangsung.
Sebagai tanggapan, Kementerian Pertambangan Chili telah menangguhkan semua operasi di lokasi tersebut. Codelco telah meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui apakah aktivitas gempa saja yang menyebabkan runtuhnya atau apakah aktivitas pertambangan juga berkontribusi. Ketua Maximo Pacheco menyatakan bahwa ahli internasional akan didatangkan untuk menentukan penyebabnya.
Presiden Gabriel Boric telah mendeklarasikan tiga hari berkabung nasional. El Teniente, tambang tembaga bawah tanah terbesar di dunia, memproduksi 356.000 ton tembaga pada tahun 2024.

![[ Analisis SMM ] Panduan Visual Laporan Semester 2026 dari 19 Pabrik Peleburan Tembaga](https://imgqn.smm.cn/usercenter/gCNEi20251217171715.jpeg)

