Rencana RKAB Indonesia Akan Direstrukturisasi, Harga Timah Diperkirakan Akan Mempertahankan Tren Fluktuatif [Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM]

Telah Terbit: Aug 4, 2025 08:43
[Ringkasan Rapat Pagi SMM: Sistem RKAB Indonesia Akan Mengalami Reformasi, Harga Timah Diperkirakan Mempertahankan Tren Fluktuatif] Minggu lalu, pasar timah domestik dan luar negeri umumnya menunjukkan tren penurunan yang fluktuatif, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di front makro internasional, AS dan Jepang mencapai kesepakatan tarif mobil, dengan menetapkan tarif untuk mobil Jepang yang diimpor sebesar 15 persen. Namun, berita ini tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap harga timah. Di dalam negeri, pasokan bijih timah di pasar menegang, dengan pasokan yang berkurang dari daerah-daerah penghasil utama seperti Yunnan. Beberapa peleburan mempertahankan penutupan produksi untuk pemeliharaan atau sedikit mengurangi produksi. Di sisi permintaan, setelah terjadinya lonjakan pemasangan di industri PV berakhir, pesanan menurun. Industri elektronik memasuki musim sepi, ditambah dengan harga timah yang tinggi, yang menyebabkan sentimen menunggu-dan-lihat yang kuat di antara pengguna akhir, yang hanya mempertahankan pesanan yang diperlukan. Permintaan di sektor lain seperti timah plat dan kimia tetap stabil, tanpa pertumbuhan yang tidak terduga. Pasar spot melihat transaksi yang lesu, dengan sebagian besar pedagang hanya mencapai volume transaksi satu digit. Di sisi pasokan, ekspor timah halus Indonesia secara bertahap kembali ke tingkat normal, dengan ekspor mencapai sekitar 4.400 mt pada bulan Juni. Ekspor timah halus H1 meningkat sebesar 73,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, mengumumkan kepada media bahwa mulai tahun 2026, Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) di sektor pertambangan mineral dan batubara akan dilaksanakan secara tahunan, disesuaikan dari siklus tiga tahun saat ini menjadi siklus satu tahun. Perusahaan pertambangan diminta untuk mengajukan rencana produksi RKAB baru mereka untuk tahun 2026 mulai Oktober 2025. Diperkirakan bahwa harga timah SHFE akan terus mempertahankan tren fluktuatif di masa depan, dan investor perlu memantau perubahan kebijakan makro internasional dengan seksama. ...

Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM pada 4 Agustus 2025

Minggu lalu, pasar timah domestik dan luar negeri secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan yang berfluktuasi, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di front makro internasional, AS dan Jepang mencapai kesepakatan tarif mobil, menetapkan tarif untuk mobil Jepang impor sebesar 15%. Namun, berita ini tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap harga timah. Di dalam negeri, pasokan bijih timah di pasar mengetat, dengan pasokan yang berkurang dari daerah penghasil utama seperti Yunnan. Beberapa smelter mempertahankan penghentian produksi untuk pemeliharaan atau sedikit mengurangi produksi. Di sisi permintaan, setelah terjadinya lonjakan pemasangan di industri PV berakhir, pesanan menurun. Industri elektronik memasuki musim sepi, ditambah dengan harga timah yang tinggi, yang menyebabkan sentimen menunggu dan melihat yang kuat di antara pengguna akhir, yang hanya mempertahankan pesanan yang diperlukan. Permintaan di sektor lain seperti timah lembaran dan bahan kimia tetap stabil, tanpa pertumbuhan yang tidak terduga. Pasar spot melihat transaksi yang lesu, dengan sebagian besar pedagang hanya mencapai volume transaksi satu digit. Di sisi pasokan, ekspor timah olahan Indonesia secara bertahap kembali ke tingkat normal, dengan ekspor sekitar 4.400 mt pada bulan Juni dan peningkatan ekspor timah olahan sebesar 73,6% YoY pada semester pertama. Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, mengumumkan kepada media bahwa mulai tahun 2026, Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) di sektor pertambangan mineral dan batubara akan dilaksanakan secara tahunan, disesuaikan dari siklus tiga tahun saat ini menjadi siklus satu tahun. Perusahaan pertambangan diminta untuk mengajukan rencana produksi RKAB baru untuk tahun 2026 mulai Oktober 2025. Diperkirakan bahwa harga timah SHFE akan terus mempertahankan tren berfluktuasi di masa depan. Investor perlu memantau secara ketat perubahan dalam kebijakan makro internasional dan kondisi penawaran dan permintaan domestik, serta beroperasi dengan hati-hati.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Rencana RKAB Indonesia Akan Direstrukturisasi, Harga Timah Diperkirakan Akan Mempertahankan Tren Fluktuatif [Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM] - Shanghai Metals Market (SMM)